oleh

4 Cara Mudah Ajarkan Anak Rasa Empati

PortalMadura.Com – Miliki rasa empati atau bela rasa merupakan salah satu sifat manusia. Sifat ini sangat penting untuk diajarkan oleh orang tua kepada anak sejak masih kecil. Sebab, hal tersebut akan berpengaruh pada pergaulan si kecil, apalagi ketika ia sudah dewasa dan mulai bermasyarakat.

Bila tidak, anak akan cenderung memerhatikan kepentingannya sendiri saja dan akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki rasa ego tinggi. Tentu, ini bukanlah hal baik dan juga akan menyulitkannya ketika ia bergaul dengan teman-temannya. Bahkan, sifat ini akan dibawa hingga ia dewasa.

Organisasi nirlaba yang berfokus pada kehidupan anak-anak, remaja, dan keluarga dalam krisis memberikan beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menumbuhkan rasa empati pada anak.

Sampaikan Pesan dengan Bahasa yang Sederhana
Ketika anak memasuki usia 5-8 tahun, ia biasanya akan lebih kritis terhadap lingkungan sekitarnya. Bukan tidak mungkin, ia akan melontarkan berbagai pertanyaan yang mungkin tidak kita sangka sebelumnya.

Misalnya, ketika ia melihat ada orang yang sedang tidur di pinggir jalan dan menanyakannya, jangan lewatkan kesempatan ini untuk memberikannya pengertian dan penjelasan yang sederhana.

Tidak menjawab atau mengacuhkannya, hanya akan membuat ia berpikir kalau ‘tidur di pinggir jalan’ adalah hal yang normal dan tidak ada masalah di sana. Hal ini membuat kita kehilangan kesempatan untuk membangun rasa pedulinya.

Jadi, sebaiknya jawab pertanyaannya dengan jawaban yang sederhana, seperti ‘orang itu tidak memiliki tempat tinggal dan uang’. Tekankan juga padanya, bahwa anak sangat beruntung untuk bisa tidur di dalam rumah.

Orangtua juga bisa mengatakan bahwa ada teman-teman di luar sana, seperti korban gempa Lombok dan Palu, dan beberapa daerah di Indonesia yang terkena bencana gempa. Dari hal ini, orang tua dapat mulai membangun bela rasa atau ematik dalam diri anak.

Berikan Contoh Nyata
Tidak cukup satu contoh untuk membuat si kecil mengerti, orang tua bisa memberikan kasus lain. Misalnya, ketika ada berita bencana alam dari suatu daerah, kemudian menyoroti para pengungsi dari kejadian tersebut. Nah, ketika si anak melihat hal tersebut, orang tua dapat mengatakan padanya bahwa ia lagi-lagi beruntung memiliki kondisi yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang sedang tertimpa bencana itu.

Selanjutnya, orang tua dapat mulai ‘memancing’ rasa empatinya dengan menanyakan, apa yang seharusnya ia lakukan jika ia melihat kejadian seperti itu. Arahkan ia untuk memberikan bantuan dan pertolongan.

Aksi Nyata Bersama Anak
Langkah berikutnya, orang tua bisa mengajak si kecil melakukan aksi yang nyata. Misalnya, untuk membantu korban bencana alam, orang tua dapat mengajaknya untuk mengumpulkan mainan yang sudah tak terpakai untuk disumbangkan.

Kali ini, biarkan anak memilih dan mengatur barang mana saja yang harus ia kumpulkan untuk teman-temannya yang sedang kesusahan tersebut.

Atau, orang tua juga bisa mengajaknya untuk menolong orang yang sebelumnya ia lihat tidur di pinggir jalan. Ajak juga anak untuk mengumpulkan berbagai barang yang sebaiknya diberikan pada orang tersebut.

Jangan Lelah Saat Anak Terus Bertanya
Dalam menumbuhkan dan mengajarkan anak peduli dengan sesama, tentunya akan banyak pertanyaan yang akan ia lontarkan. Hal ini tentu saja disebabkan karena ia belum mengerti konsep ‘kurang beruntung’ yang teman-temannya rasakan.

Jadi, jangan kaget kalau ia memburu dengan banyak pertanyaan dan sebaiknya orang tua menjawab semua pertanyaan anak agar rasa empatinya tumbuh.

Beberapa pertanyaan yang mungkin ia tanyakan seperti, apa yang akan terjadi pada temannya yang tidak beruntung itu atau mengapa hal tersebut bisa terjadi padanya, bahkan ia bisa saja menanyakan apakah hal tersebut bisa terjadi pada kita serta keluarga.

Menjawab pertanyaan tersebut dengan bijak adalah kesempatan besar orang tua untuk mengajarkan anak mengenai kepedulian sesama. Maka dari itu, jangan lelah untuk menjawab semua pertanyaannya.

Itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengajarkan Anak berempati atau berbela rasa. Semoga menginspirasi ya. (kompas.com/Nanik)

Loading...