7 Cara Cerdas Transaksi Digital Aman dari Serangan Siber

  • Bagikan
7 Cara Cerdas Transaksi Digital Aman dari Serangan Siber
Ilustrasi (Indotelko)

PortalMadura.Com – Biasanya transaksi digital hanya mengandalkan mesin EDC (Electronic Data Capture) dan ATM transfer. Namun saat ini, banyak fitur-fitur baru seperti scan QRIS, QR Code, mobile transfer, dan lainnya yang diklaim lebih aman.

Meskipun aman, pengguna harus tetap waspada. Karena kemajuan teknologi menjadikan bahaya transaksi digital semakin banyak. Oleh karena itu, pengguna transaksi digital harus melakukan beberapa hal ini agar aman dari serangan siber yang mengancam.

Lantas, apa yang bisa dilakukan pengguna transaksi digital agar aman dari serangan siber? Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman liputan6.com, berikut ini penjelasannya:

Jaga Kerahasiaan Data

Data-data rahasia yang tidak boleh dibagikan seperti pin atau password, kode OTP, authentication code, dan lainnya merupakan pintu masuk ke dalam informasi rahasia yang dimiliki.

Jangan mengetik password atau kode rahasia dalam bentuk lainnya di muka umum. Pastikan tidak ada orang lain yang mengamati pada saat kita melakukan hal tersebut.

Gunakan Alamat Email Khusus dan Hati-hati Membuka Pesan Masuk

Akan lebih baik dan aman jika memiliki email yang dikhususkan untuk keperluan-keperluan tertentu. Sebagai contoh jika untuk kebutuhan transaksi e-commerce, baiknya email yang digunakan berbeda dengan email data pribadi bank dan kantor, sehingga lebih mudah mengidentifikasi jika ada email yang mencurigakan.

Jangan sembarangan membuka tautan yang mencurigakan dalam pesan email, ini untuk menghindari serangan phishing yang meretas informasi seperti data login.

Aktifkan TFA dan Notifikasi Transaksi

Aktifkan opsi Two Factor Authentication (TFA) untuk memberi pengamanan ganda terhadap transaksi digital.

TFA dapat memberi lapisan ekstra pengamanan terhadap transaksi digital, melalui pengiriman kode verifikasi atau kode OTP (one time password) ke nomor telepon sebelum transaksi terjadi.

Selain itu juga aktifkan notifikasi transaksi, dan segera telepon pihak bank jika ada transaksi yang tidak dikenal.

Selalu Menjawab Kepada Pihak yang Resmi

Merespons nomor yang tidak dikenal bisa jadi awal mula kita terkena serangan siber. Banyak masyarakat yang masih mudah tertipu akan penawaran ataupun modus-modus lainnya yang didapat baik dari SMS, email, atau pun percakapan langsung melalui telepon.

Masyarakat harus lebih kritis dalam menilai apakah informasi yang didapat tersebut sumbernya dari lembaga/pihak yang resmi atau tidak. Jangan mudah menjawab atau memberikan informasi kepada pihak yang tidak dikenal/bukan dari lembaga resmi.

Triple Check Siapa Rekan Transaksi Kita

Sebelum membeli atau mentransfer sesuatu, usahakan agar kita sudah merasa yakin. Seperti contoh, penipuan yang memanfaatkan akun korban yang di-hacked. Banyak kasus dimana si penipu meminta transfer kepada kerabat atau teman baiknya.

Jika kita mengalami hal tersebut, cek kembali ke orang-orang di sekitarnya apakah benar teman atau rekan kita yang meminta transfer atau orang lain. Begitu halnya dengan transaksi di e-commerce, usahakan membeli dari e-commerce yang terpercaya dan juga cek review terlebih dahulu sebelum membeli barang.

Selalu Ganti Password atau PIN Secara Berkala

Untuk mencegah kode akses kita mudah diketahui oleh orang lain, usahakan kita mengganti kode akses kita dalam jangka waktu tertentu. Hal ini guna mencegah agar pihak lain bisa mengakses informasi yang kita miliki.

Buat kode akses yang terdiri dari kombinasi huruf capital, angka, dan simbol agar kode akses kita tidak mudah ditebak.

Jika Menggunakan Kartu Kredit, Gunakan Limit yang Rendah

Kartu kredit merupakan salah satu layanan perbankan yang rawan untuk disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Untuk meminimalisir resiko yang mungkin kita dapat, gunakan kartu kredit dengan limit rendah agar jika kemungkinan terburuknya kita terkena serangan siber, kerugian yang kita dapat tidak terlalu besar.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.