PortalMadura.com–Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sumenep menggelar Pelatihan Konselor Agama dan Keluarga dengan tema “Optimalisasi Peran Aisyiyah dalam Membangun Keluarga Sakinah melalui Konseling Islami” pada Ahad (30/12/2025) di SMA Muhammadiyah 1 Sumenep.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Aisyiyah memperkuat peran kader sebagai pendamping masyarakat di bidang keagamaan dan ketahanan keluarga.
Pelatihan yang berlangsung sehari penuh diikuti perwakilan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) se-Kabupaten Sumenep. Hadir pula jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumenep dan Ketua Pengadilan Agama setempat, menandai komitmen lintas lembaga dalam mendukung peningkatan kapasitas konselor berbasis nilai Islam.
Ketua PDA Sumenep menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan sinergi tiga majelis utama di tubuh Aisyiyah: Majelis Tabligh dan Ketaushiyahan,
Majelis Kesejahteraan Sosial, serta Majelis Hukum dan HAM. “Kami ingin melahirkan konselor yang tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga mampu merespons tantangan nyata di masyarakat,” ujarnya.
Persoalan keluarga di era modern kian kompleks—mulai dari konflik komunikasi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga tekanan ekonomi dan pendidikan anak. Menghadapi realitas tersebut,
Aisyiyah menilai konselor harus menguasai tiga pilar utama: wawasan syariah, dasar psikologis, dan keterampilan komunikasi empatik.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sumenep, yang menekankan peran konselor sebagai garda terdepan dalam membangun keluarga harmonis.
“Konselor Islami bukan sekadar penasihat, tapi agen perubahan yang membimbing keluarga kembali pada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” katanya.
Materi pelatihan mencakup teknik dasar konseling, etika konselor dalam perspektif Islam, pendekatan Al-Qur’an dan Sunnah dalam menyelesaikan konflik, serta analisis kasus-kasus aktual. Sesi berlangsung interaktif melalui simulasi, studi kasus, dan diskusi kelompok untuk melatih kemampuan praktis peserta.
Ketua panitia pelatihan menjelaskan bahwa konseling yang efektif bukan hanya mendengarkan, tetapi memandu klien menemukan solusi dalam bingkai ajaran Islam.
“Ini proses pendampingan yang membutuhkan ilmu, hati, dan komitmen,” ujarnya.
Dengan pelatihan ini, Aisyiyah Sumenep berharap para kader dapat turun ke masyarakat dengan lebih percaya diri, memberikan layanan yang profesional, solutif, dan penuh empati.
Langkah ini sejalan dengan visi jangka panjang Aisyiyah: menjadikan keluarga sebagai fondasi kuat pembangunan masyarakat yang religius, harmonis, dan berkeadaban.
“Keluarga sakinah tidak lahir secara instan. Ia dibangun melalui upaya sadar, sistematis, dan berkelanjutan—dan konselor berkualitas adalah salah satu kuncinya,” pungkas Ketua PDA Sumenep.





