PortalMadura.com– Harga perak murni produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) menguat pada awal tahun 2026. Pada Jumat, 2 Januari 2026, harga perak Antam naik Rp700 menjadi Rp44.565 per gram, menurut data resmi dari laman Logam Mulia.
Kenaikan ini terjadi setelah harga perak sempat turun tajam pada hari sebelumnya. Pada Kamis, 1 Januari 2026, harga perak Antam tercatat anjlok Rp1.900 ke level Rp43.865 per gram, usai berada di posisi Rp45.765 per gram pada Rabu, 31 Desember 2025.
Pergerakan harga perak Antam tersebut sejalan dengan tren global. Menurut data Kitco, harga perak dunia menguat 1,40% pada Kamis (1/1) waktu New York, AS, dan dibuka di level US$72,54 per troy ons.
Untuk konsumen ritel, Antam juga menetapkan harga dasar perak dalam berbagai ukuran. Pada Jumat (2/1/2026), harga perak murni batangan ukuran 250 gram dipatok Rp11.541.250 (belum termasuk PPN 11%), atau sekitar Rp12.810.788 setelah pajak. Sementara itu, untuk ukuran 500 gram, harga dasarnya mencapai Rp22.282.500, atau Rp24.733.575 dengan PPN.
Produk perak Antam seri Heritage juga ikut mengalami penyesuaian. Perak Heritage ukuran 31,1 gram dijual seharga Rp1.933.762 (belum PPN), dan ukuran 186,6 gram ditawarkan dengan harga dasar Rp10.481.125, atau Rp11.634.049 setelah dikenakan PPN 11%.
Kenaikan harga perak di awal tahun ini menjadi sinyal positif bagi investor logam mulia, terutama setelah fluktuasi signifikan terjadi di pengujung 2025. Perak, selain sebagai komoditas investasi, juga dikenal sebagai lindung nilai yang tangguh terhadap tekanan inflasi dalam jangka panjang.




