PortalMadura.com– Real Madrid akan menjamu AS Monaco dalam laga krusial matchday ke-7 Liga Champions 2025-2026 di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu (21/1/2026) dini hari pukul 02.45 WIB. Laga ini menjadi debut resmi pelatih anyar Alvaro Arbeloa di ajang kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa.
Arbeloa mengambil alih kursi pelatih utama setelah kepergian Xabi Alonso, dan kini mengemban misi memulihkan kepercayaan fans sekaligus mengembalikan performa tim yang sempat goyah. Sebelumnya, Madrid menelan kekalahan mengejutkan 2-3 dari Albacete pada debut Arbeloa di Copa del Rey, namun berhasil bangkit dengan kemenangan 2-0 atas Levante di La Liga akhir pekan lalu.
Dalam konferensi pers jelang pertandingan, Arbeloa menegaskan bahwa timnya dalam kondisi siap tempur.
“Tim dalam kondisi baik, mereka bersemangat dan positif setelah kemenangan hari Sabtu. Kami sepenuhnya fokus pada pertandingan besok, menyadari betapa pentingnya kompetisi ini bagi kami,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Real Madrid.
Laga melawan Monaco juga menjadi kesempatan bagi Arbeloa untuk membuktikan kapasitasnya di level internasional, sekaligus memperbaiki catatan buruk Madrid yang kalah 1-2 dari Manchester City pada laga terakhir Liga Champions bulan Desember lalu.
Namun, perjuangan Madrid tidak mudah. Tim ibu kota Spanyol itu dipastikan tanpa sejumlah pemain kunci karena cedera dan akumulasi kartu. Alvaro Carreras absen akibat akumulasi kartu kuning, sementara Eder Militao, Trent Alexander-Arnold, Rodrygo, Ferland Mendy, dan Antonio Rudiger dipastikan tidak bisa bermain karena masalah fisik.
Meski demikian, Arbeloa menegaskan dirinya telah mempersiapkan strategi khusus dan meminta para pemain memahami instruksinya secara menyeluruh.
“Saya adalah pelatih Real Madrid, dan saya sepenuhnya fokus pada pertandingan melawan Monaco,” tegasnya.
“Kemenangan besok akan membawa kami lebih dekat ke tujuan kami, dan kami ingin menampilkan permainan yang bagus untuk para penggemar.” ungkapnya.
Dengan tekanan tinggi dan ekspektasi besar dari publik Bernabeu, laga melawan Monaco bukan hanya soal tiga poin—tapi juga ujian legitimasi kepemimpinan Arbeloa di tengah transisi pasca-Xabi Alonso.





