PortalMadura.com – Tim Nasional Bola Voli Putri U18 Indonesia harus menelan pil pahit setelah takluk dalam pertandingan dramatis lima set melawan Kazakhstan.
Laga klasifikasi peringkat 5-8 AVC Girls U18 Volleyball Championship 2026 ini berakhir dengan skor 2-3 (25-17, 23-25, 17-25, 25-21, 13-15) untuk keunggulan Kazakhstan.
Pertandingan sengit ini berlangsung di Terminal Korat 21, Nakhon Ratchasima, Thailand, pada Senin, 6 Juli 2026.
Kekalahan ini membuat langkah Garuda Pertiwi Muda untuk finis di peringkat 5-6 harus terhenti.
Selanjutnya, tim asuhan pelatih Angga Hasan Mubarok akan berjuang memperebutkan peringkat 7-8 melawan Mongolia.
Hasil ini tentu menjadi evaluasi penting bagi timnas putri U18 setelah sebelumnya juga harus mengakui keunggulan tuan rumah Thailand di babak perempat final.
Perjuangan Sengit di Setiap Set
Pertandingan antara Indonesia dan Kazakhstan berlangsung penuh intrik dan diwarnai kejar-kejaran angka yang menegangkan.
Timnas Indonesia mengawali laga dengan performa gemilang, menunjukkan pertahanan yang solid dan variasi serangan yang efektif.
Set Pertama: Dominasi Indonesia
Di set pembuka, Clarisa Thomas dan rekan-rekan langsung tancap gas.
Mereka berhasil unggul jauh hingga 6-1, memaksa Kazakhstan mengambil time out cepat.
Momentum positif ini terus dijaga Tim Merah Putih, yang akhirnya menutup set pertama dengan kemenangan meyakinkan 25-17.
Permainan apik yang ditunjukkan pada set ini sempat membangkitkan harapan besar bagi para penggemar voli di tanah air.
Set Kedua: Kazakhstan Bangkit
Sayangnya, performa impresif di set pertama gagal dipertahankan oleh Garuda Pertiwi Muda.
Kazakhstan mulai menemukan ritme permainan mereka, terutama dalam penerimaan bola pertama yang semakin membaik.
Sempat bersaing sengit di awal set, Kazakhstan kemudian berhasil unggul 8-11.
Meskipun Indonesia sempat menyamakan kedudukan menjadi 11-11, Kazakhstan kembali menjauh.
Di akhir set, Indonesia sempat membuat empat poin beruntun untuk menipiskan skor menjadi 23-24, namun pada poin krusial, Kazakhstan berhasil mengunci set kedua dengan skor 25-23.
Set Ketiga: Kepercayaan Diri Menurun
Kekalahan di set kedua berdampak pada kepercayaan diri Timnas Putri Indonesia.
Sebaliknya, Kazakhstan semakin percaya diri memasuki set ketiga.
Mereka langsung tampil agresif dan berhasil unggul jauh 13-4 di awal set.
Meskipun para pemain Indonesia berusaha keras untuk mengejar ketertinggalan, mereka harus mengakui ketangguhan Kazakhstan dan kembali kalah dengan skor 17-25.
Set Keempat: Indonesia Menyamakan Kedudukan
Meski tertinggal dua set, semangat juang timnas Indonesia tidak padam.
Pada set keempat, Khanza Putri Yansi Ganeshtri dan kolega tampil menekan sejak awal, mendulang poin demi poin.
Mereka berhasil unggul 17-15 di pertengahan set dan menjaga momentum hingga menutup kemenangan dengan skor 25-21.
Hasil ini kembali membuka asa Indonesia untuk membalikkan keadaan dan memaksakan set penentuan.
Set Kelima: Drama Penuh Penyesalan
Set penentuan menjadi puncak drama pertandingan ini.
Kedua tim bermain sangat terbuka, saling berbalas poin dalam tensi tinggi.
Indonesia sempat unggul 12-9, memberikan harapan besar untuk meraih kemenangan.
Namun, di momen-momen krusial, Kazakhstan menunjukkan mental baja mereka.
Mereka berhasil menyusul dan membalikkan kedudukan menjadi 14-12, sebelum akhirnya menutup kemenangan dramatis 15-13.
Analisis dan Langkah Selanjutnya
Asisten pelatih timnas Indonesia, Bobby Ade Setiawan, mengungkapkan rasa kecewa atas hasil ini. “Hari ini belum rezeki.
Set kelima sudah unggul 12-9, tetapi lawan dapat menyusul,” ujarnya.
Kekalahan ini menyoroti masalah klasik yang sering dialami timnas voli putri, yakni kehilangan fokus di momen-momen penting, terutama saat penerimaan passing pertama yang kerap goyah.
Dengan kekalahan dari Kazakhstan, Timnas Voli Putri U18 Indonesia gagal memenuhi target untuk finis di peringkat lima besar AVC Girls U18 2026.
Ini merupakan penurunan prestasi dibandingkan edisi sebelumnya di tahun 2008, di mana Indonesia berhasil finis di peringkat keenam.
Selanjutnya, Arimbi Syifana Andayani dan kawan-kawan akan menghadapi Mongolia dalam laga perebutan peringkat 7-8.
Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026, di Terminal 21, Nakhon Ratchasima, mulai pukul 10.00 WIB.
Laga ini akan menjadi kesempatan bagi skuad Garuda Pertiwi Muda untuk bangkit dan menutup turnamen dengan hasil terbaik.
Para penggemar voli dapat menyaksikan pertandingan ini melalui siaran langsung di Moji TV dan platform streaming Vidio.com.
Perjalanan Timnas Voli Putri U18 di AVC Girls U18 2026 memang penuh tantangan.
Setelah tampil impresif di babak penyisihan grup dengan mengalahkan Iran dan Filipina, mereka harus mengakui keunggulan tim-tim kuat seperti Thailand dan kini Kazakhstan.
Namun, pengalaman berharga ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para pemain muda untuk terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan.





