PortalMadura.com– Samsung memperkenalkan pendekatan revolusioner pada kamera telefoto 3x Galaxy S26 Ultra dengan mengesampingkan tren peningkatan megapiksel. Alih-alih mengandalkan sensor besar beresolusi tinggi, perusahaan Korea Selatan ini memprioritaskan kecepatan pemrosesan gambar dan kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan foto zoom yang lebih responsif dan stabil.
Berdasarkan laporan teknis yang dihimpun dari sumber industri pada Sabtu (15/2), modul kamera zoom 3x Galaxy S26 Ultra menggunakan sensor ISOCELL 3LD berarsitektur tiga lapis dengan DRAM terintegrasi. Sensor ini secara teknis memiliki basis 12 megapiksel, namun Samsung hanya memanfaatkan area tengah sebesar 10 megapiksel untuk menghasilkan gambar utama.
Langkah yang tampak seperti penurunan spesifikasi ini justru menjadi strategi cerdas. Dengan memfokuskan pengambilan gambar pada area tengah sensor, Samsung berhasil meminimalkan distorsi optik dan meningkatkan stabilitas tangkapan. Hasil akhir tetap dipertahankan pada resolusi 12MP melalui teknologi multi-frame fusion dan intelligent upscaling berbasis AI.
Keunggulan utama sensor baru terletak pada kemampuannya menangkap data gambar secara instan berkat DRAM internal. Teknologi ini memungkinkan kamera merekam beberapa frame dalam sepersekian detik sebelum objek bergerak, sehingga menghasilkan:
– Pengurangan signifikan efek rolling shutter pada subjek dinamis
– Pembekuan gerakan lebih akurat untuk foto potret zoom
– Stabilisasi gambar menyerupai efek gimbal tanpa perangkat tambahan
– Waktu respons hampir tanpa shutter lag
– Kemampuan merekam video 4K dengan stabilitas tinggi
Kombinasi sensor berkecepatan tinggi ini dipadukan dengan chipset Snapdragon 8 Gen 5 yang membawa Image Signal Processor (ISP) berbasis AI. Sinergi perangkat keras dan perangkat lunak memungkinkan pemrosesan data gambar dalam jumlah besar secara real-time, menghasilkan HDR lebih optimal dan detail lebih tajam bahkan dalam kondisi cahaya menantang.
Langkah Samsung mencerminkan pergeseran tren industri smartphone premium yang semakin mengandalkan computational photography. Perusahaan kini menilai integrasi sensor cepat, prosesor gambar canggih, dan algoritma AI lebih efektif dibanding peningkatan megapiksel semata untuk meningkatkan kualitas fotografi mobile.
Galaxy S26 Ultra dijadwalkan meluncur global dalam beberapa pekan ke depan. Berdasarkan pola harga generasi sebelumnya, perangkat ini diperkirakan dibanderol mulai USD 1.299 atau sekitar Rp20,4 juta untuk varian dasar. Samsung belum mengumumkan harga resmi untuk pasar Indonesia.





