PortalMadura.com – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan tren positif pada perdagangan hari ini. Sempat mengalami koreksi tajam pada awal pekan, logam mulia ini kini merangkak naik dan mendekati level tertingginya kembali.
Mengutip data resmi dari situs Logam Mulia, Selasa (10/3/2026), harga emas Antam 24 karat dipatok senilai Rp 3.047.000 per gram. Angka ini mencatatkan kenaikan sebesar Rp 8.000 dibandingkan harga pada hari sebelumnya.
Pergerakan harga emas dalam dua hari terakhir terbilang cukup fluktuatif. Sebagai catatan, pada Senin (9/3) pagi, harga emas Antam sempat anjlok hingga Rp 55.000 per gram. Namun, pasar bereaksi cepat pada sore harinya dengan kenaikan mencapai Rp 35.000, sebelum akhirnya menguat lagi pada pagi hari ini.
Rincian Harga Emas Antam Berbagai Ukuran
Bagi investor yang ingin melakukan transaksi, Antam menyediakan berbagai ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Berikut adalah rincian harga emas Antam hari ini, Selasa, 10 Maret 2026:
- Emas 0,5 gram: Rp 1.573.500
- Emas 1 gram: Rp 3.047.000
- Emas 2 gram: Rp 6.034.000
- Emas 5 gram: Rp 15.010.000
- Emas 10 gram: Rp 29.965.000
- Emas 50 gram: Rp 149.495.000
- Emas 100 gram: Rp 298.912.000
- Emas 1.000 gram (1 kg): Rp 2.987.600.000
Dalam kurun waktu satu pekan terakhir, harga emas Antam bergerak di rentang Rp 3.004.000 hingga Rp 3.122.000 per gram. Sementara itu, dalam satu bulan terakhir, harga masih berfluktuasi stabil di kisaran Rp 2.878.000 hingga Rp 3.135.000 per gram.
Harga Buyback dan Ketentuan Pajak
Berbanding terbalik dengan harga beli, harga buyback atau harga jual kembali emas Antam justru mengalami penurunan. Hari ini, harga buyback turun sebesar Rp 14.000 menjadi Rp 2.802.000 per gram.
Sesuai dengan regulasi yang berlaku, yakni Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, transaksi buyback dengan nominal di atas Rp 10.000.000 akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5%. Pajak tersebut akan langsung dipotong dari total nilai transaksi yang diterima oleh penjual.
Kenaikan harga ini menjadi sinyal bagi para investor untuk terus memantau pergerakan pasar global, mengingat emas masih menjadi instrumen safe haven yang diminati di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.





