Dampak Penutupan Selat Hormuz: 84 Negara Kompak Naikkan Harga BBM

Avatar of PortalMadura.com
Dampak Penutupan Selat Hormuz: 84 Negara Kompak Naikkan Harga BBM
Dampak Penutupan Selat Hormuz: 84 Negara Kompak Naikkan Harga BBM

<p><strong>PortalMadura.com</strong> – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai memicu krisis energi global. Setidaknya 84 negara melaporkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang signifikan sejak pecahnya konflik bersenjata antara Iran dengan koalisi Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari 2026 lalu. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran menjadi faktor utama yang melambungkan harga minyak mentah dunia.</p>

<p>Berdasarkan data <em>Global Petrol Prices</em> per 11 Maret 2026, lonjakan harga terjadi secara merata di berbagai belahan dunia. Vietnam mencatatkan kenaikan paling tajam mencapai hampir 50 persen. Harga bensin oktan 95 di negara tersebut meroket dari $0,75 per liter pada akhir Februari menjadi $1,13 pada pekan kedua Maret.</p>

<p>Kondisi serupa terjadi di Amerika Serikat. Data <em>AAA Fuel Prices</em> menunjukkan rata-rata nasional harga bensin naik 20 persen menjadi $3,58 per galon. Di wilayah seperti California, harga bahkan telah melampaui ambang $5 per galon, yang merupakan rekor tertinggi dalam dua tahun terakhir.</p>

<h3>Daftar Negara dengan Kenaikan Tertinggi</h3>
<p>Selain Vietnam, beberapa negara tetangga di Asia Tenggara dan wilayah lainnya juga melaporkan kenaikan harga yang sangat drastis dalam kurun waktu kurang dari dua minggu:</p>
<ul>
<li><strong>Laos:</strong> Naik 33 persen</li>
<li><strong>Kamboja:</strong> Naik 19 persen</li>
<li><strong>Australia:</strong> Naik 18 persen</li>
<li><strong>Amerika Serikat:</strong> Naik 17 persen</li>
</ul>

<p>Beberapa negara besar lainnya seperti Inggris, Jerman, Prancis, Jepang, hingga Singapura juga masuk dalam daftar 84 negara yang terdampak langsung oleh ketidakstabilan pasokan energi ini.</p>

<h3>Blokade Selat Hormuz Ancam Pasokan Asia</h3>
<p>Penyebab utama kelangkaan dan lonjakan harga ini adalah lumpuhnya jalur distribusi di Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur vital yang menghubungkan produsen minyak Teluk Persia dengan pasar global. Sejak perang meletus, Iran secara efektif menutup jalur tersebut, membuat distribusi minyak ke laut lepas terhenti total.</p>

<p>Asia menjadi wilayah yang paling rentan karena ketergantungan yang tinggi pada pasokan dari Teluk. Jepang dan Korea Selatan, yang masing-masing mengimpor 95 persen dan 70 persen kebutuhan minyaknya melalui jalur ini, mulai mengambil langkah darurat.</p>

<p>Pemerintah Jepang pada 8 Maret 2026 telah memberikan instruksi untuk mempersiapkan pelepasan cadangan minyak strategis guna menstabilkan pasar energi domestik yang kian tertekan.</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses