PortalMadura.com – Harga emas dunia diproyeksikan tetap perkasa dan berpotensi menembus level 5.000 hingga 6.000 dolar AS per troy ons pada tahun ini. Meski baru-baru ini mengalami koreksi tajam akibat ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat, pengamat menilai tren jangka panjang logam mulia masih sangat positif.
Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan optimismenya terhadap penguatan aset aman (safe haven) tersebut. Menurutnya, dinamika global saat ini justru menjadi bahan bakar bagi kenaikan harga emas lebih lanjut.
“Saya optimistis bahwa harga emas dunia tahun 2026 akan tembus di atas level 6.000 dolar AS per troy ons. Ada beberapa faktor fundamental yang mendasari keyakinan ini,” ujar Ibrahim saat dihubungi di Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Faktor Pemicu Lonjakan Harga Emas Dunia
Ibrahim memaparkan bahwa faktor geopolitik masih menjadi katalisator utama. Ketegangan yang belum mereda di Timur Tengah serta konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina di Eropa Timur memaksa investor untuk terus mengamankan aset mereka di instrumen emas.
Baca Juga:
Selain masalah keamanan global, kebijakan moneter bank sentral juga memegang peranan penting. Berikut adalah poin-poin utama yang memengaruhi pergerakan harga:
- Kebijakan Suku Bunga AS: Dinamika politik domestik Amerika Serikat dan potensi perubahan kepemimpinan di negara tersebut memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed.
- Akumulasi Bank Sentral: Banyak bank sentral di berbagai negara terus menambah cadangan emas mereka, yang secara otomatis menjaga tingkat permintaan tetap tinggi di pasar global.
- Isu Perang Dagang: Meski perhatian pasar saat ini tersita oleh konflik fisik di Timur Tengah, ancaman perang dagang antarnegara besar tetap menjadi risiko yang dipantau oleh para investor.
Proyeksi Harga Emas di Pasar Domestik
Kenaikan harga emas dunia tentu akan berdampak langsung pada pasar Indonesia. Ibrahim memprediksi harga emas batangan di dalam negeri bisa meroket ke kisaran Rp3,5 juta hingga Rp4 juta per gram pada tahun 2026 ini.
Lonjakan harga domestik ini tidak hanya dipicu oleh harga global, tetapi juga dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar Rupiah. Mata uang Garuda diperkirakan bisa tertekan hingga menuju level Rp17.400 per dolar AS, yang semakin melambungkan harga emas dalam satuan rupiah.
Meskipun saat ini sedang terjadi koreksi harga, para ahli menyarankan investor untuk tetap jeli melihat peluang di tengah volatilitas pasar yang didorong oleh isu-isu global dan penutupan jalur logistik strategis seperti Selat Hormuz.





