PortalMadura.com – Harga perak batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan lonjakan signifikan pada perdagangan Sabtu (28/3/2026). Kenaikan ini mengakhiri tren penurunan pada sesi sebelumnya, mengekor penguatan Harga emas Antam dan perak di pasar global.
Berdasarkan data resmi dari situs logammulia.com pada Sabtu pagi, harga perak Antam meroket Rp 450 menjadi Rp 44.550 per gram. Pada hari sebelumnya, Jumat (27/3), harga perak masih dipatok di level Rp 44.100 per gram.
Selain perak murni per gram, Antam juga memperbarui daftar harga untuk produk perak batangan dan butiran. Perak batangan ukuran 250 gram kini dibanderol seharga Rp 11.662.500. Sementara itu, untuk perak batangan ukuran 500 gram ditetapkan pada harga Rp 22.400.000.
Pemicu Global: Isu Geopolitik dan Kebijakan AS
Penguatan harga perak di dalam negeri ini sejalan dengan kondisi pasar internasional. Di pasar spot global, harga perak tercatat naik 4,4 persen ke level USD 71,01 per ounce.
Analisis pasar menunjukkan bahwa pemulihan harga logam mulia pada akhir pekan ini dipicu oleh dinamika geopolitik di Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan menunda tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir sebulan.
Langkah Trump yang berjanji tidak akan menargetkan fasilitas energi Iran hingga 6 April mendatang memberikan sedikit kelegaan bagi pasar. Sentimen ini muncul setelah sebelumnya pasar tertekan oleh kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga energi dan potensi kenaikan suku bunga oleh bank-bank sentral utama.
Emas Dunia Turut Meroket
Aset aman (safe-haven) lainnya, yaitu emas, juga mengalami lonjakan tajam. Harga emas di pasar spot dunia melambung lebih dari 3 persen pada perdagangan Jumat (27/3), dipicu oleh aksi beli investor memanfaatkan momentum penurunan harga di awal pekan.
Mengutip data CNBC, Sabtu (28/3/2026), harga emas spot naik 3,6 persen menjadi USD 4.536,29 per ounce. Senada, harga kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April juga terangkat 3,6 persen ke level USD 4.533,70.
Para analis memprediksi harga logam mulia masih berpotensi mengalami kenaikan perlahan dalam beberapa minggu ke depan, sangat bergantung pada perkembangan situasi konflik di Iran dan dampaknya terhadap kebijakan suku bunga The Fed.





