PortalMadura.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memantau ketat aktivitas perdagangan saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA). Hal ini menyusul adanya lonjakan nilai transaksi yang tidak biasa pada perdagangan Selasa, 7 April 2026, meskipun harga saham emiten properti tersebut masih tertahan di level terendah.
Berdasarkan data pasar yang dihimpun, nilai transaksi saham DADA meroket hingga mencapai Rp1,56 miliar dalam satu hari perdagangan. Angka ini dinilai sangat mencolok lantaran rata-rata nilai transaksi harian perseroan biasanya hanya berada di angka belasan hingga puluhan juta rupiah saja.
Tercatat sebanyak 31,12 juta lembar saham DADA berpindah tangan dengan frekuensi perdagangan mencapai 399 kali. Menariknya, kenaikan volume ini terjadi saat harga saham DADA stagnan di level gocap atau Rp50 per lembar, posisi yang tidak berubah sejak 19 Januari 2026 lalu.
Respons BEI dan Klarifikasi Manajemen
Otoritas bursa bergerak cepat dengan melayangkan surat permintaan penjelasan terkait volatilitas transaksi tersebut pada 13 April 2026. Menanggapi hal itu, manajemen PT Diamond Citra Propertindo Tbk memberikan klarifikasi resmi guna menjaga transparansi kepada publik.
Direktur DADA, Bayu Setiawan, menegaskan bahwa hingga saat ini kondisi operasional perusahaan berjalan normal. Ia juga memastikan bahwa perseroan tidak memiliki agenda aksi korporasi yang dapat memengaruhi nilai saham dalam waktu dekat.
“Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang dapat berdampak terhadap pencatatan saham perseroan di bursa, paling tidak dalam jangka waktu tiga bulan ke depan,” ujar Bayu dalam keterangan tertulisnya.
Aksi Beli Bersih oleh Sekuritas
Dibalik lonjakan transaksi tersebut, data pasar menunjukkan adanya aksi beli bersih (net buy) yang dilakukan oleh broker Yakin Bertumbuh Sekuritas. Sekuritas tersebut terpantau melakukan pembelian senilai Rp1,5 miliar dengan harga rata-rata Rp50 per saham.
Terkait hal ini, pihak manajemen juga telah melakukan penelusuran kepada para pemegang saham utama. Hasilnya, manajemen tidak menemukan adanya rencana perubahan porsi kepemilikan maupun pergerakan strategis lainnya yang memengaruhi struktur perusahaan.
Meski mengalami anomali pada volume perdagangan, harga saham DADA tetap tidak bergeming dari level minimum hingga penutupan perdagangan terakhir. BEI diprediksi akan terus memantau pergerakan transaksi ini guna memastikan perlindungan bagi para investor di pasar modal.





