Terkuak! Ini Motif MF Bongkar Grup Chat Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI yang Viral di Media Sosial

Avatar of Kenzo Chandra
Terkuak! Ini Motif MF Bongkar Grup Chat Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI yang Viral di Media Sosial
Terkuak! Ini Motif MF Bongkar Grup Chat Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI yang Viral di Media Sosial

PortalMadura.com – Sosok di balik penyebaran tangkapan layar (screenshot) grup percakapan berisi pelecehan seksual verbal oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) akhirnya terungkap. MF, yang juga masuk dalam daftar 16 terduga pelaku, diduga sengaja membongkar isi percakapan tersebut ke publik karena motif personal.

Kasus ini mendadak viral di media sosial X melalui akun @sampahfhui, yang membeberkan perilaku tidak senonoh sejumlah mahasiswa FH UI. Para pelaku diduga menjadikan mahasiswi hingga dosen sebagai objek pelecehan verbal dalam grup percakapan tertutup.

Motif di Balik Terbongkarnya Kasus

Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, MF memutuskan untuk mengunggah isi percakapan tersebut setelah aksinya diketahui oleh sang kekasih. Akun X @thxorns menyebutkan bahwa MF menyebarkan bukti tersebut sebagai bentuk pengakuan setelah terpojok oleh situasi personalnya.

“MF menyebarkan percakapan grup karena awalnya ketahuan oleh pacarnya sendiri. Sesama perempuan akhirnya saling memberikan dukungan untuk mengungkap ini,” tulis keterangan dalam unggahan yang viral tersebut.

Meski berperan sebagai informan (whistleblower) yang membuka borok grup tersebut, status MF tetap menjadi sorotan. Hal ini dikarenakan ia diduga terlibat aktif dalam percakapan yang melecehkan tersebut sebelum akhirnya memutuskan untuk memviralkannya.

Forum Terbuka: Pelaku Dipertemukan dengan Massa

Situasi di lingkungan kampus sempat memanas pada Senin malam, 13 April 2026. Sebanyak 16 mahasiswa terduga pelaku, termasuk MF, dihadirkan secara langsung dalam forum terbuka yang digelar di Auditorium FH UI. Langkah ini diambil sebagai bentuk transparansi dan respons atas desakan massa mahasiswa yang menuntut keadilan.

Dalam forum tersebut, identitas para pelaku dibongkar di depan umum. Publik semakin geram setelah mengetahui bahwa beberapa nama yang terlibat merupakan figur penting di organisasi kemahasiswaan, seperti:

  • Petinggi organisasi fakultas.
  • Ketua angkatan.
  • Kandidat ketua pelaksana orientasi studi (ospek) kampus.

Desakan Sanksi Tegas Drop Out

Massa mahasiswa UI mendesak pihak rektorat dan dekanat untuk memberikan sanksi terberat, yakni Drop Out (DO) atau pemberhentian secara tidak hormat. Tindakan para pelaku dinilai telah mencoreng martabat institusi pendidikan, terutama di fakultas hukum yang seharusnya menjunjung tinggi etika dan norma hukum.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Universitas Indonesia masih melakukan pemeriksaan mendalam melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS). Pihak kampus berjanji akan menindaklanjuti kasus ini sesuai dengan regulasi yang berlaku guna menjamin ruang aman bagi seluruh civitas akademika.

m

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses