PortalMadura.com – Tren positif logam mulia akhirnya terhenti. Harga perak murni produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terpantau mengalami penurunan tajam atau “ambruk” pada perdagangan Jumat pagi (17/4/2026).
Berdasarkan data terbaru dari laman resmi Logam Mulia, harga perak Antam hari ini merosot sebesar Rp500 menjadi Rp50.100 per gram. Penurunan ini cukup kontras mengingat komoditas ini sempat menunjukkan performa kuat dalam beberapa hari terakhir.
Analisis Pergerakan Harga Mingguan
Koreksi harga yang terjadi hari ini memutus rangkaian kenaikan yang sempat terjadi di tengah pekan. Sebagai catatan, pada Kamis (16/4), harga perak sebenarnya sempat menguat tipis sebesar Rp300 ke posisi Rp50.600 per gram.
Lonjakan paling signifikan tercatat pada Rabu (15/4), di mana harga perak Antam meroket hingga Rp2.150 per gram. Namun, sentimen pasar pada akhir pekan ini nampaknya berbalik arah, memaksa harga perak kembali ke level di bawah Rp50.500.
Rincian Harga Perak Berdasarkan Ukuran dan Pajak
Bagi investor yang melirik pembelian dalam skala besar, Antam juga telah merilis daftar harga dasar beserta perhitungan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11% sesuai regulasi yang berlaku. Berikut adalah rinciannya:
- Perak Murni 250 Gram: Dipatok dengan harga dasar Rp12.925.000. Jika dihitung termasuk PPN 11%, total harga menjadi Rp14.346.750.
- Perak Murni 500 Gram: Dipatok dengan harga dasar Rp25.050.000. Setelah ditambah PPN 11%, harga final menjadi Rp27.805.500.
“Pergerakan harga perak hari ini mengikuti dinamika pasar komoditas global yang cenderung fluktuatif, memberikan tantangan tersendiri bagi para pelaku pasar logam mulia.”
Strategi Investasi di Tengah Fluktuasi
Meskipun mengalami penurunan harian, perak tetap menjadi alternatif investasi aset aman (safe haven) yang populer selain emas. Para analis menyarankan investor untuk tetap memantau pergerakan harga secara harian dan mempertimbangkan biaya-biaya tambahan seperti pajak dalam setiap transaksi resmi.
Kondisi pasar yang dinamis ini diharapkan menjadi perhatian bagi masyarakat yang ingin melakukan diversifikasi portofolio investasi di sektor pertambangan dan logam mulia pada pertengahan April 2026 ini.





