, portalmadura.com – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan performa positif pada perdagangan menjelang akhir pekan, Jumat (17/7/2026). Mata uang Garuda bergerak menguat berkat dorongan sentimen global berupa rilis data ekonomi AS yang berada di bawah ekspektasi pasar.
Berdasarkan data pasar yang dihimpun pada Jumat pagi, rupiah dibuka menguat tipis sebesar 6 poin atau 0,03 persen dan mantap bertengger di level Rp17.980 per dolar AS jika dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya yang sempat tertahan di level Rp17.986 per dolar AS. Langkah penguatan ini menjadi angin segar setelah rupiah sempat bergerak fluktuatif sepanjang pekan ini.
Dipicu Data Ekonomi AS yang Melandai
Penguatan nilai tukar rupiah hari ini utamanya dipengaruhi oleh sentimen positif pasca-rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat yang tumbuh lebih rendah dari perkiraan awal pasar. Kondisi tersebut memicu spekulasi di kalangan pelaku pasar mengenai kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Fed, yang berpotensi menjadi melunak, sehingga tekanan terhadap mata uang negara berkembang mulai mengendur.
Baca Juga:
Selain faktor global, stabilitas ekonomi dalam negeri yang didukung oleh pernyataan strategis dari Bank Indonesia (BI) turut menjadi pondasi kuat penahan guncangan. Langkah intervensi pasar yang terukur berhasil mengembalikan rasa percaya diri para pelaku pasar domestik.
Baca Juga: Sepanjang pekan ini, kurs rupiah sempat mengalami tekanan yang cukup berat dan sempat menyentuh level tertinggi di angka Rp18.177 per dolar AS akibat imbas lonjakan harga minyak global. Namun, tren berbalik arah menguat menjelang akhir pekan ini.
Rincian Kurs Dolar AS di Bank Nasional
Bagi pelaku usaha maupun masyarakat yang ingin melakukan transaksi valuta asing pada hari ini, Jumat (17/7/2026), berikut adalah rincian referensi kurs jual dan beli dolar AS di sejumlah bank papan atas nasional:
- PT Bank Central Asia Tbk (BCA): Harga beli dipatok pada Rp17.805,00 per dolar AS, sedangkan harga jual berada di angka Rp18.080,00 per dolar AS.
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk: Harga beli ditetapkan sebesar Rp17.790,00 per dolar AS, sedangkan harga jual berada di level Rp18.090,00 per dolar AS.
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI): Harga beli ditawarkan sebesar Rp17.845,00 per dolar AS, dengan harga jual berada pada Rp18.120,00 per dolar AS.
Para analis memproyeksikan rupiah masih memiliki ruang untuk bergerak stabil di zona positif hingga penutupan pasar sore nanti, selama arus modal asing di pasar keuangan domestik terus bertahan dan tidak terdistorsi oleh isu eksternal yang mendadak.





