IHSG 17 Juni 2026 Terkoreksi ke Level 6.220, Investor Asing Justru Borong Saham Rp2,51 Triliun

Avatar of PortalMadura.com
IHSG 17 Juni 2026 Terkoreksi ke Level 6.220, Investor Asing Justru Borong Saham Rp2,51 Triliun
IHSG 17 Juni 2026 Terkoreksi ke Level 6.220, Investor Asing Justru Borong Saham Rp2,51 Triliun

JAKARTA, portalmadura.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu (17/6/2026). Kendati indeks mengalami tekanan, investor asing justru memanfaatkan momentum ini untuk melakukan aksi beli bersih (net buy) dengan nilai yang cukup fantastis mencapai triliun rupiah.

Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Rabu sore, IHSG terkoreksi sebesar 34,23 poin atau melemah 0,55 persen ke level 6.220,74. Sepanjang jam perdagangan, indeks saham domestik sempat dibuka menguat pada level 6.321,96 dan menyentuh posisi tertinggi di 6.377,19 sebelum akhirnya berbalik tertekan hingga ke level terendah di 6.200,22.


Aksi Borong Investor Asing di Pasar Negosiasi

Dibalik pelemahan indeks global domestik ini, investor asing mencatatkan aksi beli bersih yang masif senilai Rp2,51 triliun di seluruh pasar. Penggerak utama dari masuknya dana asing ini berasal dari transaksi di pasar tunai dan pasar negosiasi yang membukukan net buy sebesar Rp2,84 triliun. Sebaliknya, di pasar reguler, investor asing justru melakukan aksi jual bersih (net sell) tipis sebesar Rp328,73 miliar.

Total volume transaksi yang terjadi di bursa sepanjang hari ini mencapai 34,10 miliar lembar saham dengan nilai transaksi agregat menyentuh Rp24,70 triliun. Secara keseluruhan, sebanyak 391 saham bergerak melemah menahan laju indeks, sementara 288 saham berhasil menguat, dan 137 saham lainnya bergerak stagnan tidak mengalami perubahan harga.

Baca Juga: Analis pasar menyebutkan bahwa pergerakan wait and see para pelaku pasar pekan ini turut dipengaruhi oleh agenda tinjauan aksesibilitas pasar global oleh MSCI yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Performa Sektor dan Saham Penggerak

Tekanan terbesar yang membuat IHSG memerah berasal dari sektor industri yang merosot hingga 2,15 persen, disusul oleh pelemahan sektor energi sebesar 1,97 persen. Di deretan saham blue chip (LQ45), beberapa emiten yang mencatat penurunan terdalam (top losers) antara lain:

  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): Turun 6,71%
  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Turun 4,80%
  • PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR): Turun 3,61%

Di sisi lain, saham-saham yang menjadi penopang dan masuk dalam kategori top gainers di kelompok LQ45 meliputi PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang melonjak 8,13 persen, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) naik 3,69 persen, serta PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang menguat sebesar 3,43 persen. Meski mengalami koreksi harian, dalam hitungan lima hari perdagangan terakhir IHSG secara akumulatif masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 8,25 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses