Tragedi di Bekasi Timur! KA Argo Bromo Seruduk Commuter Line, 4 Penumpang Tewas

Avatar of PortalMadura.com
Tragedi di Bekasi Timur! KA Argo Bromo Seruduk Commuter Line, 4 Penumpang Tewas
Tragedi di Bekasi Timur! KA Argo Bromo Seruduk Commuter Line, 4 Penumpang Tewas

PortalMadura.com – Tragedi memilukan terjadi di perlintasan kereta api Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026). Kecelakaan hebat yang melibatkan KA jarak jauh Argo Bromo dan KRL Commuter Line dilaporkan merenggut nyawa empat orang penumpang.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi sekitar pukul 20.57 WIB. Tabrakan ini menyebabkan kerusakan serius pada rangkaian kereta dan gangguan jadwal perjalanan yang signifikan di lintas Bekasi–Cibitung.

“Berdasarkan data sementara, terdapat empat orang penumpang KRL yang meninggal dunia. KAI menyampaikan duka cita yang mendalam serta belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan,” ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, dalam keterangan resminya, Selasa (28/4/2026).

Kronologi Kejadian: Berawal dari Kecelakaan Taksi

Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, membeberkan kronologi detik-detik sebelum tabrakan maut itu terjadi. Insiden ini ternyata dipicu oleh kecelakaan awal di perlintasan sebidang Bulak Kapal.

Awalnya, sebuah taksi dilaporkan menabrak Commuter Line PLB 5568A (rute Kampung Bandan–Cikarang) di Jalan Perlintasan Langsung. Akibat tabrakan dengan kendaraan tersebut, KRL terpaksa berhenti darurat di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.

Nahas, pada saat yang bersamaan, KA Argo Bromo yang melaju di jalur yang sama berada tepat di belakang rangkaian KRL tersebut. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan dari belakang pun tidak terhindarkan.

“KRL berhenti (setelah ditabrak taksi), dan tepat di belakangnya ada Kereta Argo Bromo yang kemudian menabrak rangkaian KRL tersebut,” jelas Franoto.

Evakuasi Korban dan Penonaktifan Aliran Listrik

Hingga Selasa dini hari, fokus utama petugas gabungan dari PT KAI dan kepolisian adalah melakukan evakuasi korban luka dan meninggal dunia ke rumah sakit terdekat. Petugas di lapangan bergerak cepat untuk mengamankan lokasi guna mempercepat pemulihan jalur.

Sebagai langkah keselamatan selama proses evakuasi rangkaian kereta, pihak otoritas memutuskan untuk menonaktifkan sementara Aliran Listrik Atas (LAA).

“Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik. Aliran listrik pada lintas Cibitung–Bekasi Timur untuk sementara dimatikan demi keamanan proses evakuasi,” tambah Anne Purba.

KAI berkomitmen untuk memulihkan operasional perjalanan kereta sesegera mungkin. Para calon penumpang diimbau untuk memantau informasi terkini melalui kanal resmi KAI terkait penyesuaian jadwal perjalanan pasca-kecelakaan ini. (portalmadura.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses