SUMENEP, portalmadura.com – Momentum libur panjang Iduladha 1447 Hijriah memberikan dampak positif yang signifikan bagi sektor pariwisata di Kabupaten Sumenep. Sejumlah destinasi wisata di ujung timur Pulau Madura ini mencatatkan lonjakan kunjungan wisatawan yang cukup tajam dibandingkan hari-hari biasa.
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Andri Zulkarnain, mengonfirmasi tren positif tersebut. Beberapa objek wisata yang menjadi rujukan utama wisatawan di antaranya Pantai Lombang, Pantai Slopeng, dan Bukit Tawaf.
Untuk mendongkrak daya tarik pengunjung, pengelola destinasi wisata milik pemerintah daerah (plat merah) sengaja menyajikan berbagai hiburan menarik. Salah satu strategi yang sukses menyedot perhatian massa adalah gelaran panggung musik dangdut.
“Terkait kunjungan wisatawan, libur panjang Iduladha ini memberikan berkah tersendiri bagi destinasi wisata di Sumenep. Beberapa destinasi mengalami lonjakan yang cukup signifikan seperti Lombang, Slopeng, Bukit Tawaf, dan destinasi lainnya,” ujar Andri Zulkarnain saat memberikan keterangan pada Senin (1/6/2026).
“Untuk destinasi plat merah seperti Pantai Lombang dan Slopeng, kami menghadirkan hiburan yang sederhana namun menarik minat masyarakat, salah satunya musik dangdut yang kami gelar secara bergiliran,” tambahnya.
Andri menjelaskan bahwa lonjakan angka kunjungan ini tidak lepas dari fenomena mudik khas Madura, atau yang akrab disebut tradisi toron, saat Hari Raya Iduladha. Banyak warga perantauan yang memanfaatkan momen pulang kampung ini tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga untuk berlibur bersama keluarga.
“Selain mengunjungi sanak saudara, mereka juga menyempatkan diri berwisata. Tradisi toron saat Iduladha menjadi salah satu faktor kuat yang mendorong meningkatnya kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Sumenep,” jelas Andri.
Melalui momentum ini, Disbudporapar Sumenep berharap tren kunjungan yang positif tersebut dapat terjaga secara konsisten. Geliat pariwisata ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama dalam memulihkan dan meningkatkan roda perekonomian masyarakat yang berada di sekitar kawasan wisata.





