Janice Tjen: Bintang Tenis Indonesia Meroket, Dari Lapangan Kampus Hingga Panggung Grand Slam

Avatar of PortalMadura.com
Janice Tjen: Bintang Tenis Indonesia Meroket, Dari Lapangan Kampus Hingga Panggung Grand Slam
Janice Tjen: Bintang Tenis Indonesia Meroket, Dari Lapangan Kampus Hingga Panggung Grand Slam

PortalMadura.com – Janice Tjen, petenis profesional asal Indonesia, terus menorehkan prestasi gemilang di kancah tenis internasional, mencapai peringkat tertinggi dalam kariernya dan mengukir sejarah bagi negaranya.

Lahir di Jakarta pada 6 Mei 2002, Tjen telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam perjalanannya menuju puncak tenis dunia.

Perjalanan Awal dan Fondasi Karier di Amerika Serikat

Kecintaannya pada tenis mulai tumbuh berkat dorongan dari temannya, Priska Madelyn Nugroho, yang kala itu merupakan salah satu pemain junior top Indonesia.

Meskipun biaya untuk menjadi pemain profesional sangat tinggi, Tjen dan orang tuanya memilih jalur tenis perguruan tinggi di Amerika Serikat sebagai fondasi untuk mengembangkan keterampilannya.

Ia memulai karier di tingkat universitas dengan bermain untuk University of Oregon pada tahun 2020-2021, sebelum kemudian pindah ke Pepperdine University pada tahun 2021 hingga lulus pada tahun 2024 dengan gelar sosiologi.

Selama masa kuliahnya, Tjen berhasil meraih penghargaan ITA All-American di nomor tunggal dan ganda, menandai kualitas permainannya di level universitas.

Pada tahun 2020-2021, ia menyelesaikan musim di Oregon dengan rekor tunggal 22-3, mencatatkan persentase kemenangan tertinggi dalam sejarah program di 0.880.

Di Pepperdine, ia menutup karier universitannya dengan peringkat No. 1 di ganda dan No. 35 di tunggal oleh ITA pada tahun 2024, membuktikan adaptasi dan peningkatannya.

Musim Terobosan Historis Tahun 2025

Tahun 2025 menjadi titik balik signifikan dalam karier profesional Janice Tjen, di mana ia mencatatkan serangkaian prestasi bersejarah.

Pada Agustus 2025, Tjen berhasil lolos ke babak utama Grand Slam pertamanya di US Open, mengalahkan unggulan ketiga kualifikasi Aoi Ito.

Pencapaian ini menjadikannya pemain Indonesia pertama yang berlaga di babak utama Grand Slam sejak Angelique Widjaja pada US Open 2004.

Di babak pertama, ia membuat kejutan besar dengan mengalahkan unggulan ke-24 Veronika Kudermetova dalam tiga set, menandai kemenangan Grand Slam tunggal putri Indonesia pertama sejak Widjaja pada Wimbledon 2003.

Meskipun kemudian kalah di babak kedua dari Emma Raducanu, performanya sudah menarik perhatian dunia.

Pada September 2025, dalam debut WTA 250-nya di São Paulo Open, Tjen menjadi petenis putri Indonesia pertama yang mencapai perempat final WTA sejak Angelique Widjaja pada 2004.

Ia bahkan melaju ke final tunggal WTA pertamanya di São Paulo setelah mengalahkan Alexandra Eala di perempat final dan Francesca Jones di semifinal, meskipun akhirnya kalah dari Tiantsoa Sarah Rakotomanga Rajaonah.

Puncak dari musim 2025 datang pada bulan Oktober, ketika Tjen memenangkan gelar tunggal WTA Tour pertamanya di Chennai Open.

Kemenangan ini menjadikannya petenis putri Indonesia pertama yang mengangkat trofi tunggal di turnamen utama WTA sejak Angelique Widjaja pada tahun 2002.

Tidak hanya itu, Tjen juga memenangkan gelar ganda di Chennai Open berpasangan dengan Aldila Sutjiadi, menobatkannya sebagai juara ganda di turnamen tersebut.

Bersama Sutjiadi, ia juga meraih gelar ganda WTA 125 pertamanya di Suzhou Open pada Oktober 2025.

Pada 6 Oktober 2025, Tjen berhasil masuk ke peringkat 100 besar dunia, menjadi petenis Indonesia keenam yang mencapai tonggak sejarah ini.

Sebagai hasil dari serangkaian prestasinya, Tjen melonjak 29 peringkat dalam daftar tunggal ke posisi tertinggi dalam kariernya di peringkat 53 dunia pada 3 November 2025.

Ia juga memenangkan gelar tunggal WTA 125 perdananya di Jinan Open.

Peningkatan Peringkat dan Musim 2026

Pada 23 Februari 2026, Janice Tjen mencapai peringkat tunggal WTA tertinggi dalam kariernya di posisi ke-36 dunia.

Pada tanggal yang sama, ia juga meraih peringkat ganda tertinggi dalam kariernya, menempati posisi ke-52 dunia.

Saat ini, Tjen merupakan pemain tunggal putri nomor satu dari Indonesia.

Musim 2026 dimulai dengan berbagai tantangan bagi Tjen di turnamen-turnamen besar.

Pada 18 Februari 2026, ia berhasil mengalahkan Leylah Fernandez di babak 32 besar Dubai Tennis Championships.

Kemudian, pada 20 Mei 2026, Tjen mengamankan tempat di babak kedua Rabat Open dengan kemenangan atas Caijsa Hennemann.

Namun, perjalanannya di Rabat terhenti di babak 16 besar setelah kalah dari Camila Osorio pada 21 Mei 2026.

Baru-baru ini, pada 26 Mei 2026, Tjen harus tersingkir di babak pertama French Open, kalah dua set langsung dari Emma Navarro.

Musim ini juga ditandai dengan serangkaian kekalahan di babak pertama pada turnamen seperti Madrid, Indian Wells, Miami, Charleston, dan Roma, menunjukkan kerasnya persaingan di level tertinggi.

Dampak dan Prospek Masa Depan

Janice Tjen dilatih oleh Chris Bint, yang telah membimbingnya melalui berbagai tahapan penting dalam kariernya.

Ia juga sangat dekat dengan Aldila Sutjiadi, bintang ganda Indonesia, yang berperan sebagai mentor dan panutan baginya dalam meniti karier profesional.

Perjalanan Tjen, dari pemain junior, mahasiswa-atlet di AS, hingga menjadi bintang tenis profesional, menjadi inspirasi bagi banyak atlet muda di Indonesia.

Meskipun menghadapi pasang surut di awal musim 2026, semangat dan dedikasinya tetap menjadi harapan besar bagi masa depan tenis Indonesia.

Dengan usianya yang masih muda, potensi Janice Tjen untuk terus berkembang dan mencapai prestasi yang lebih tinggi di panggung tenis global sangatlah besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses