PortalMadura.com – Tekanan jual terhadap saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih belum mereda. Pada awal sesi I perdagangan Kamis (4/6/2026), saham bank swasta terbesar di Indonesia ini kembali bergerak di zona merah hingga sempat menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir.
Berdasarkan data perdagangan pada pukul 09.20 WIB, saham BBCA melemah 0,90 persen ke posisi Rp 5.450 per lembar. Pergerakan saham bahkan sempat merosot hingga ke level Rp 5.400, yang menjadi titik terendahnya dalam separuh dekade terakhir.
Aktivitas transaksi di awal sesi terpantau sangat dinamis. Sebanyak 84,48 juta lembar saham BBCA telah berpindah tangan dengan frekuensi perdagangan mencapai 16.773 kali. Adapun total nilai transaksi di pasar langsung menembus angka Rp 463,75 miliar.
Baca Juga: Kabar Buruk! Harga Emas Hari Ini Ambruk Berjamaah, Ini Rincian Lengkap Pegadaian 4 Juni 2026
Aksi lepas saham oleh investor tampaknya masih berlanjut. Merujuk data dari aplikasi Stockbit Sekuritas saat pergerakan pasar berlangsung, saham BBCA mencatatkan aksi jual bersih (net sell) oleh investor senilai Rp 49,5 miliar.
Kelanjutan Tren Negatif Hari Sebelumnya
Pelemahan hari ini memperpanjang tren negatif yang terjadi pada hari sebelumnya. Pada penutupan perdagangan Rabu (3/6/2026), saham BBCA anjlok signifikan sebesar 5,15 persen dan parkir di level Rp 5.525 per lembar.
Pada perdagangan Rabu kemarin, volume transaksi harian BBCA mencapai 353,33 juta lembar saham dengan frekuensi 87.295 kali. Nilai transaksinya pun sangat fantastis, yakni menyentuh Rp 1,99 triliun. Investor asing menjadi motor utama pelemahan tersebut dengan membukukan akumulasi penjualan bersih (net sell) mencapai Rp 686,16 miliar.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan awal pekan. Pasalnya, saham perbankan berkapitalisasi pasar besar ini sempat melesat 2,19 persen pada perdagangan 2 Juni sebelum akhirnya berbalik arah secara drastis.
Rekomendasi dan Analisis Teknis Analis
Merespons fluktuasi tajam ini, Tim Analis Kiwoom Sekuritas memberikan proyeksi teknis terkait pergerakan saham BBCA untuk perdagangan hari ini.
Kiwoom Sekuritas memperkirakan titik batas bawah pertama (support 1) saham BBCA berada di level 5.500. Jika tekanan jual terus menguat, pergerakan harga saham berisiko menguji titik batas bawah kedua (support 2) pada level 5.375.
Untuk meminimalisasi risiko kerugian yang lebih dalam di tengah tingginya volatilitas pasar, investor disarankan untuk melakukan tindakan pembatasan kerugian (stop loss) jika harga saham BBCA menembus ke bawah level Rp 5.275.





