PortalMadura.com – Harga Bitcoin (BTC) pada Kamis, 25 Juni 2026, kembali berada di bawah tekanan signifikan, melayang di sekitar level US$60.714 hingga US$61.700, setelah sempat menyentuh posisi terendah 20 bulan di bawah US$60.000.
Penurunan ini menandai hari ketiga berturut-turut di zona merah, dengan valuasi aset kripto terbesar tersebut merosot sekitar 2,96 persen dalam 24 jam terakhir dan sekitar 25 persen di bawah puncaknya pada Mei 2026 di US$77.600.
Kinerja Harga Bitcoin Terkini
Pagi ini, Bitcoin tercatat di US$60.748,81 (sekitar Rp 1,09 miliar), melanjutkan tren bearish yang telah terlihat sejak Rabu malam, 24 Juni 2026.
Kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai US$1,21 triliun, dengan penurunan rerata 3,3 persen dalam 24 jam terakhir.
Bahkan, beberapa laporan menyebutkan harga Bitcoin sempat anjlok hingga menyentuh US$58.995, memicu kekhawatiran di kalangan investor.
Penurunan harga ini juga memicu gelombang likuidasi senilai US$397 juta yang menargetkan posisi *long* dalam 24 jam terakhir, memperparah tekanan jual di pasar.
Faktor Pendorong Penurunan Harga
Arus Keluar ETF Bitcoin Spot Berlanjut
Salah satu pemicu utama koreksi ini adalah arus keluar dana yang konsisten dari Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin spot.
Selama enam minggu terakhir, ETF Bitcoin spot telah mencatat total arus keluar bersih sekitar US$5,94 miliar, menunjukkan penarikan dana institusional yang signifikan.
Pada Rabu, 24 Juni 2026 saja, tercatat arus keluar sebesar US$469,08 juta, melanjutkan tren penarikan selama lima hari berturut-turut.
Kebijakan Moneter The Fed yang Hawkish
Keputusan Federal Reserve (The Fed) yang mempertahankan suku bunga acuan di rentang 3,50%-3,75%, namun dengan nada yang lebih *hawkish*, turut menekan pasar kripto.
Revisi proyeksi inflasi dan perubahan *dot plot* The Fed mengindikasikan bahwa bank sentral Amerika Serikat masih melihat risiko inflasi yang tinggi, membatasi peluang pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat.
Sentimen makroekonomi negatif ini memicu penghindaran risiko, membuat investor beralih dari aset berisiko seperti Bitcoin.
Sentimen Pasar dan Indeks Ketakutan & Keserakahan
Indeks Ketakutan dan Keserakahan (Fear and Greed Index) telah jatuh ke angka 24, menandakan “Ketakutan Ekstrem” di pasar.
Aktivitas perdagangan opsi juga menunjukkan kehati-hatian investor, dengan volume opsi *put* yang jauh lebih tinggi dibandingkan opsi *call*, menandakan ekspektasi penurunan harga.
Alexander Blume, CEO Two Prime, mencatat bahwa di tengah kinerja luar biasa saham AI, Bitcoin kesulitan menarik perhatian dan harga.
Level Kritis: Support dan Resistance
Level Support Penting
Analis pasar sedang memantau ketat level *support* kunci yang dapat menahan penurunan lebih lanjut.
Level US$59.000 hingga US$60.000 dianggap sebagai zona dukungan psikologis dan struktural yang penting.
Jika Bitcoin gagal mempertahankan level US$59.000, koreksi yang lebih dalam menuju US$52.000 atau US$55.000 berpotensi terjadi.
Level *support* berikutnya yang perlu diperhatikan adalah US$58.000 dan US$56.000.
Level Resistance yang Harus Ditembus
Untuk membalikkan tren bearish, Bitcoin perlu menembus beberapa level *resistance* signifikan.
Level *resistance* terdekat berada di kisaran US$62.400 hingga US$62.500.
Setelah itu, US$64.000 hingga US$65.000 menjadi penghalang berikutnya yang harus dilewati untuk mengindikasikan pemulihan yang kuat.
Prospek Jangka Panjang dan Katalis Positif
Siklus Halving dan Dampak Historisnya
Meskipun volatilitas jangka pendek mendominasi, banyak analis tetap optimistis terhadap prospek Bitcoin di akhir 2026.
Optimisme ini didorong oleh siklus *halving* yang terjadi pada April 2024, di mana imbalan bagi penambang Bitcoin berkurang 50 persen.
Secara historis, periode 12 hingga 18 bulan setelah *halving* sering kali menjadi fase kenaikan harga yang signifikan.
Pola historis ini menjadi dasar keyakinan bahwa Bitcoin dapat mencetak rekor baru setelah *halving* 2024.
Adopsi Institusional yang Terus Meningkat
Faktor penting lainnya yang menopang prospek Bitcoin adalah meningkatnya partisipasi investor institusi.
Persetujuan ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat telah membuka akses bagi institusi, menarik aliran dana miliaran dolar.
Ke depan, arus dana institusi diperkirakan akan terus meningkat seiring semakin banyaknya penasihat investasi dan lembaga keuangan besar yang memasukkan Bitcoin ke dalam portofolio klien.
Adopsi institusi dinilai dapat mengurangi volatilitas harga dan menciptakan fondasi permintaan yang lebih kuat.
Beberapa analis memprediksi bahwa pada akhir 2026, harga Bitcoin berpotensi mencapai US$214.413,89, didorong oleh adopsi teknologi baru seperti Rune dan Ordinals.
Nasihat untuk Investor
Di tengah ketidakpastian pasar saat ini, investor disarankan untuk tetap disiplin dalam mengelola risiko.
Melakukan riset mandiri (DYOR), menerapkan strategi investasi berkala seperti *dollar cost averaging* (DCA), dan menghindari keputusan emosional adalah kunci.
Fokus pada fundamental jangka panjang Bitcoin dan perkembangan regulasi yang semakin jelas menjadi lebih penting daripada fluktuasi harga harian.
Volatilitas adalah karakteristik inheren pasar kripto, dan pemahaman yang matang akan membantu investor menavigasi kondisi pasar yang menantang ini.






