Adipati Islam Pertama di Sumenep Madura

Avatar of PortalMadura.Com

PortalMadura.com, Sumenep – Obyek Cagar Budaya di Desa Tanah Merah, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, berdiri sebuah cungkup dari dinding anyaman bambu.

Atapnya terbuat dari ilalang, yang masih terawat dan selalu diperbaharui bilamana mulai rapuh oleh penjaganya secara turun temurun. Asta tersebut tetap terawat dengan bentuk dan bahan alami sesuai dengan aslinya, dan setiap terjadi pelapukan, maka diganti dengan yang baru, tapi bahannya tetap sejenis.

Dalam cungkup itu, terdapat dua buah pusara yang panjangnya mencapai 5,5 meter. Jirat/pusaranya diberi undakan dari tanah liat bertingkat sebanyak tiga susun yang sudah mengeras, karena sudah berumur ratusan tahun.

Catnya kapur berwarna putih polos. Batu nisannya berbentuk mahkota kurawal dempet dua, berwarna putih polos kapur juga, dan tanpa ornamen apa pun.

Asta tersebut adalah makam Panembahan Joharsari, Adipati madura yang berkeraton di Sumenep yang kelima pada tahun 1319-1331.

Berdasarkan catatan sejarah, beliau adalah Adipati Madura pertama yang beragama Islam. Lokasi cungkupnya berada di dalam area yang berpagar tembok setinggi sekitar 1 meter. Di pojok utara, tumbuh pohon kesambi (Schleicherra Oleosa) yang sudah tua.

Di luar pagar, ada juga kuburan kecil dalam cungkup tembok yang menurut penjaganya adalah patih dari Panembahan tersebut. Di sebelah baratnya, berdiri juga cungkup kecil yang berisi kuburan kecil punggawa keraton.

Panembahan Joharsari berputra Raden Piturut dengan gelar Panembahan Mandoroko yang keratonnya di Desa Keles, Kecamatan Ambunten, Sumenep. Astanya sepanjang 7 meter dan masih terawat sampai sekarang.

Perlu diketahui, bahwa Islam masuk ke Madura sejak abad ke-XI masehi, diawali dari pantai utara. Hal itu dibuktikan dengan adanya pondok pesantren Jântampes di Sotabar, pamekasan, Jawa Timur. berangka tahun 1062 masehi, dan Asta Panaongan, Kecamatan Pasongsongan berangka tahun 1281 masehi. Jadi jamannya kerajaan Kediri atau jauh sebelum kerajaan Majapahit berdiri agama Islam sudah masuk ke Madura secara sporadis; baru setelah jamannya Adipati Panembahan Joharsari, agama Islam masuk ke dalam keraton/pemerintahan.

Hal mana juga terbukti bahwa Islam masuk ke pulau Jawa jauh sebelum Walisongo datang, yakni dengan temuan para Arkeolog tentang adanya makam Fatimah binti Maimun di Leran Gresik, Jawa Timur yang berangka tahun 1082 atau jaman Prabu Sri Samarawijaya raja di Kerajaan Kediri (awal).

Penulis : Tadjul Arifin (Tokoh Budayawan Sumenep)

 

https://youtu.be/fDhgm-_kAJA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses