PortalMadura.com–Angin kencang yang melanda Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Januari 2026 merusak total 23 bangunan di wilayah daratan. Empat di antaranya merupakan bangunan lembaga pendidikan, sementara 19 lainnya adalah rumah warga yang tersebar di berbagai kecamatan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Ach. Laili Maulidy, mengungkapkan data tersebut kepada wartawan pada Senin (26/1/2026). Ia menjelaskan, dari 19 rumah warga yang rusak, tiga unit mengalami kerusakan berat dan 16 lainnya rusak ringan hingga sedang.
“Yang rusak berat tersebar di Kecamatan Saronggi, Ambunten, dan Guluk-guluk. Sisanya tersebar di berbagai kecamatan lain di wilayah daratan Sumenep,” terang Laili.
BPBD Sumenep langsung merespons bencana hidrometeorologi ini melalui sistem call center 112. Tim reaksi cepat turun ke lokasi setelah menerima laporan dari korban atau masyarakat untuk melakukan evakuasi dan pendataan awal.
Untuk penyaluran bantuan, BPBD menerapkan mekanisme terstruktur. Laporan kerusakan dikirim melalui kecamatan setempat kepada Bupati Sumenep, kemudian tim melakukan asesmen lapangan untuk menentukan kategori kerusakan. Berdasarkan hasil penilaian, bantuan dasar segera disalurkan sesuai tingkat kerusakan.
“Bagi rumah rusak sedang kami berikan terpal, untuk yang rusak berat disalurkan matras, sembako, makanan siap saji, dan peralatan rumah tangga lainnya,” jelas Laili.
Bantuan stimulan tahap lanjutan akan diberikan setelah bencana mereda dan disesuaikan dengan hasil asesmen tim teknis. Namun Laili mengakui kendala distribusi ke wilayah kepulauan Sumenep yang terdiri dari 128 pulau.
“Untuk wilayah kepulauan belum bisa kami jangkau karena cuaca buruk menghambat transportasi laut. Kami terus memantau kondisi cuaca untuk segera menyalurkan bantuan begitu kondisi memungkinkan,” tutupnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang dan hujan lebat di wilayah Jawa Timur bagian timur hingga awal Februari 2026. BPBD Sumenep mengimbau masyarakat tetap waspada dan melaporkan kejadian bencana melalui call center 112 atau nomor darurat BPBD setempat.





