PortalMadura.com

Angka Kematian Ibu Melahirkan di Sumenep Terus Meningkat, Ini Penyebabnya

  • Senin, 16 April 2018 | 15:38
Angka Kematian Ibu Melahirkan di Sumenep Terus Meningkat, Ini Penyebabnya
dok. Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, dr. Fatoni (Foto: Samsul Arifin)

PortalMadura.Com, Sumenep – Angka kematian ibu melahirkan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, setiap tahun terus meningkat. Sesuai catatan di Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati 2017 yang disampaikan di rapat paripurna DPRD, pada tahun 2016 jumlah ibu meninggal dunia saat melahirkan sebanyak 50 orang dan pada tahun 2017 sebanyak 54 orang.

Sedangkan sesuai keterangan Kepala Dinas Kesehatan setempat, dr. Fatoni, angka kematian ibu melahirkan pada tahun 2016 sebanyak 11 orang dan pada tahun 2017 sebanyak 12 orang.

“Penyebabnya, kurang asupan gizi saat hamil. Biasanya terjadi karena pada awal ibu hamil itu sering mengalami muntah-muntah sehingga tidak doyan makan. Itu yang menyebabkan kurangnya asupan gizi,” kata dr. Fatoni, Senin (16/4/2018).

Menurutnya, yang rentan terjadi ibu meninggal saat melahirkan itu terjadi pada kelahiran anak pertama dan kelahiran anak ketiga atau lebih. Pada waktu tersebut harus diwaspadai oleh ibu hamil.

“Kalau kelahiran anak pertama itu bisa jadi karena belum pengalaman dan umurnya muda dan juga bisa terjadi bagi ibu melahirkan anak yang sudah lebih dari dua,” ucapnya.

Ia menyampaikan, meningkatnya angka kematian ibu melahirkan itu bukan disebabkan oleh fasilitas kesehatan yang kurang. Sebab, di setiap desa sudah ada tempat pelayanan kesehatan yang siap melayani ibu hamil termasuk melayani saat ibu mau melahirkan.

“Yang perlu diperhatikan, asupan gizi bagi ibu hamil itu dan sering konsultasi atau periksa pada petugas yang ada di pelayanan kesehatan,” tegasnya. (Arifin/Putri)

Loading...
Advertisement
portalmadura'

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional