PortalMadura.com–Harga perak Antam hari ini mengalami pelemahan tajam pada Sabtu (31/1/2026) setelah terjun Rp 18.000 per gram ke level Rp 54.750. Penurunan drastis ini terpantau dari laman resmi Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan menjadi kelanjutan dari tren negatif yang dimulai sejak Jumat kemarin.
Pergerakan harga perak Antam hari ini mencerminkan gejolak pasar global yang dipicu pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat (30/1) lalu. Trump menunjuk Kevin Warsh sebagai calon ketua baru Federal Reserve (The Fed), keputusan yang langsung memicu aksi jual besar-besaran di pasar komoditas logam mulia.
Sehari sebelumnya, harga perak Antam masih bertahan di level Rp 72.750 per gram setelah mengalami penurunan tipis Rp 150 dari rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) yang tercapai pada Kamis (29/1) di angka Rp 72.900 per gram. Dalam kurun tiga hari, harga perak Antam telah terkoreksi hingga 25 persen—penurunan paling tajam sejak krisis pasar 1980.
Di pasar global, harga perak spot anjlok 28 persen ke level US$ 83,45 per troy ons, sementara kontrak berjangka perak terjun 31,4 persen menjadi US$ 78,53 per troy ons. Menurut data CNBC yang dikutip Sabtu (31/1/2026), ini menjadi pelemahan terburuk perak dalam 46 tahun terakhir.
Bagi calon pembeli, Logam Mulia menetapkan harga dasar perak Antam hari ini untuk berbagai ukuran sebagai berikut:
- 250 gram: Rp 14.087.500 (belum PPN) atau Rp 15.637.125 (sudah PPN 11%)
- 500 gram: Rp 27.375.000 (belum PPN) atau Rp 30.386.250 (sudah PPN 11%)
- Heritage 31,1 gram: Rp 2.250.546 (belum PPN) atau Rp 2.498.106 (sudah PPN)
- Heritage 186,6 gram: Rp 12.381.646 (belum PPN) atau Rp 13.743.627 (sudah PPN)
Analis komoditas dari Samuel Sekuritas, Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa sentimen negatif terhadap kebijakan moneter AS menjadi pemicu utama. “Penunjukan Warsh yang dikenal hawkish (cenderung menaikkan suku bunga) membuat investor khawatir likuiditas global akan berkurang. Perak sebagai aset berisiko tinggi langsung ditinggalkan,” ujarnya kepada detikcom, Sabtu siang.
Meski harga perak Antam hari ini terjun bebas, sejumlah investor jangka panjang justru melihat peluang akumulasi. “Bagi yang punya dana menganggur, level Rp 54.750 bisa jadi entry point menarik jika yakin tren kenaikan jangka panjang perak masih berlanjut,” tambah Fauzi.
KPK dan OJK meminta masyarakat tetap waspada terhadap fluktuasi harga komoditas dan tidak terpancing spekulasi jangka pendek yang berisiko tinggi. Investasi logam mulia sebaiknya dilakukan dengan perencanaan matang sesuai profil risiko masing-masing investor.





