oleh

Batalkah Puasa Jika Lakukan Suntik dan Infus di Bulan Ramadan?

PortalMadura.Com – Umat muslim yang sedang mengalami atau menderita sebuah penyakit di bulan puasa Ramadan, ia diperbolehkan tidak berpuasa dan wajib menggantinya di lain hari setelah bulan Ramadan.

Tapi jika masih mampu melakukannya dan hal itu justru bisa menjadi obat maka sebaiknya berpuasa. Namun bagaimana jika sewaktu-waktu ketika sudah berpuasa, kemudian membutuhkan pengobatan berupa injeksi atau suntikan untuk menyembuhkan penyakitnya, batalkah puasanya itu?.

Para ulama kontemporer sepakat bahwa suntikan tidaklah membatalkan puasa. Akan tetapi beda halnya dengan infus, yakni suntik yang diberikan melalui urat nadi berfungsi sebagai pengganti makanan seperti glukosa dan sebagainya, maka beberapa ulama memandang infus membatalkan puasa karena infus tersebut membawa makanan yang dibutuhkan ke dalam tubuh.

Loading...

Namun ada pula sebagian ulama fiqih yang menyatakan infus tidak membatalkan puasa karena dalam konteks kaidah fiqih, infus sama sekali tidak sampai jauf (tenggorokan) melalui mulut. Di sisi lain, infus pun tidak mengurangi rasa lapar dan dahaga, orang yang diinfus tidak merasa puas dan kenyang karena sari makanan infus tidak masuk ke dalam perut besarnya.

Memang ketika diinfus, banyak yang merasakan kesegaran dan gairah, namun ini saja tidak cukup menjadi alasan batalnya puasa, karena mandi air dingin pun bisa membuat tubuh segar tetapi ijmak ulama menyatakan mandi air dingin tidak membatalkan puasa. Demikian pula mengenai infus, pendapat Yusuf Qardhawi, yang lebih kuat adalah infus tidak membatalkan puasa.

Akan tetapi perlu diperhatikan, apa alasan seseorang perlu diinfus?. Kalau memang karena sakit yang cukup parah, maka orang tersebut memiliki pilihan kebolehan untuk berbuka. Wallahu A’lam. (ummi-online.com/Putri)



whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar