oleh

Bercita-citalah Jadi Manusia Madu

PortalMadura.Com – Madu merupakan cairan kental yang memiliki cita rasa manis dan lezat. Manfaat yang terkandung di dalamnya sangat baik bagi kesehatan seseorang. Tidak heran jika bahan alami ini sering dikonsumsi oleh semua kalangan.

Berbicara tentang madu, segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT pasti tidak ada yang sia-sia. Di antara ciptaan Sang Khalik yang istimewa adalah lebah. Hewan inilah yang menghasilkan madu tersebut dari nektar bunga.

Tahukah Anda, serangga yang satu ini menempati posisi penting dibanding serangga lainnya. Jadi bisa dikatakan, keberadaan lebah sangat spesial bagi kehidupan manusia. Karena, ia merupakan makhluk Allah SWT yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.

Dari istimewanya hewan ini, Allah tidak hanya memberi wahyu kepada para manusia, tapi juga kepada lebah. Serangga yang dikenal memiliki sengatan tajam ini, Allah memberi wahyu (ilham), ”Buatlah sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia” (QS Annahl [16]: 68).

Selain itu, serangga itu kemudian juga diberi ilham agar memakan bermacam-macam buah-buahan dan menempuh jalan Allah yang telah dimudahkan bagi mereka.

Tanpa membantah sedikit pun, para lebah itu sangat taat menjalankan perintah Allah. Hasilnya sungguh ajaib, ”Keluar dari perut lebah itu minuman (syaraabun) yang bermacam-macam warnanya, yang di dalamnya mengandung obat yang menyembuhkan bagi manusia (syifaa’un linnasi)” (QS Annahl [16]: 69).

Rangkaian kedua ayat tersebut ditutup dengan pernyataan Allah yang sangat khas, ”Sungguh, pada yang demikian itu (keajaiban lebah yang taat menjalankan wahyu Allah sehingga dari perut mereka keluar madu berwarna-warni yang bukan saja enak dan manis rasanya, tapi juga (menyembuhkan manusia)), benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memikirkan”.

Loading...

Kenapa Lebah Diberi Ilhan?

Allah tentu punya alasan khusus mengapa lebah dipilih-Nya untuk diberi ilham. Dilansir PortalMadura.Com, Sabtu (7/9/2019) dari laman Republika.co.id, Prof Dr M Quraish Shihab mengungkapkan, banyak sekali keajaiban dan keistimewaan yang dimiliki lebah. Antara lain, sistem kehidupannya yang penuh disiplin, dedikasi tinggi, bentuk bahasa, serta cara mereka berkomunikasi (Membumikan Al-Qur’an, cetakan XX, 1999).

Keajaiban dan keistimewaan itu pula, kata Quraish Shihab, yang dipakai sebagai metafor oleh Rasulullah saat menerangkan manusia seutuhnya; manusia mukmin.

Yaitu, manusia yang, ”Bagaikan lebah, tidak makan kecuali yang baik dan indah; seperti kembang yang semerbak, tidak menghasilkan sesuatu kecuali yang baik dan berguna; seperti madu yang dihasilkan lebah”.

Baca Juga : Gara-gara Diingatkan Hal Ini, Pemuda Arjasa Malah Bacok Dagu Aton

Oleh karena itu, seharusnya setiap mukmin bercita-cita menjadi manusia madu. Di samping manis dan enak rasanya, juga menyembuhkan sesama (syifaa’un linnasi).

Sebuah metafor amat puitis, yang tanpa diiklankan di media massa sekali pun, orang akan tahu bahwa manusia madu seperti itulah yang dibutuhkan untuk menyembuhkan penyakit.

Sebagai makhluk yang taat pada Allah (takwa), dalam perilaku sehari-hari, manusia madu itu beramal saleh atas dorongan ilham (wahyu) dari Sang Khalik. Takwa, ke sanalah muara yang dituju. Wallahu A’lam.


Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : republika.co.id

Komentar