oleh

Beredar Voice Note Sebut Guru Meninggal Usai Divaksin, Begini Faktanya

PortalMadura.Com, Bangkalan – Beberapa hari terakhir ini beredar voice note lewat WhatsApp (WA), suara perempuan yang menyebutkan seorang kepala SMP Islam di Blega, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, meninggal dunia setelah divaksin.

…Farida, bagaimana kabarnya sampean?, ini teman saya, kepala SMP Islam Blega, kemarin yang divaksin, malamnya masuk rumah sakit, baru saja meninggal dunia…,” cuplikan suara perempuan itu diterima PortalMadura.Com, Minggu (11/4/2021).

Voice note itu menggunakan bahasa Madura. Kurang lebihnya bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, sebagai berikut :

[ Assalamu’alaikum, Farida, bagaimana kabarnya sampaen?, ini teman saya, kepala sekolah SMP Islam Blega, kemarin yang divaksin, malamnya masuk rumah sakit baru saja meninggal dunia. Sampean bagaimana kabarnya bu?, saya kepikiran, teman-teman yang divaksi, semua yang divaksin ada … rumah sakit itu … tanggungjawab nggak, anaknya masih kecil-kecil, bayi umur 1 tahun, kelas 2 SD, dan satu kelas VI.. bu, gimana, saya terkejut ].

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan, Sudiyo membenarkan, jika kepala SMP Islam Blega meninggal dunia. Namun, bukan akibat vaksin.

“Memang meninggal keesokan harinya setelah divaksin. Penyebab kematiannya menurut dokter medis yang menangani, bukan karena divaksin,” tegasnya, tanpa menyebutkan identitas guru yang bersangkutan.

“Guru tersebut meninggal akibat serangan jantung mendadak,” sambungnya menegaskan.

Ia menjelaskan, guru itu mengikuti vaksinasi sinovac Covid-19 tahap kedua. Dan meninggal dunia di hari berbeda. Umumnya, reaksi pasca mengikuti vaksin itu 30 menit. Jika melewati dari jarak waktu 30 menit sudah aman.

“Kita tidak bisa berandai-andai (atas meninggalnya guru itu, red). Sebab, keluarganya menolak untuk dilakukan autopsi. Kami tidak bisa menyimpulkan penyebab kematiannya,” tandasnya.

Pihaknya meminta agar warga tidak panik atau resah dengan meninggalnya guru tersebut. “Vaksin sinovac dilaksanakan sesuai dengan SOP ( Prosedur Operasi Standar),” pungkasnya.(*)

Penulis : M Saed
Editor : Desy Wulandari

Komentar