Bitcoin Jeblok ke Rp1 Miliar! Fear Index 5/100, Investor Panik Jual di Tengah Kedaluwarsa Opsi US$2,6 Miliar

Avatar of PortalMadura.com
Bitcoin Jeblok ke Rp1 Miliar! Fear Index 5/100, Investor Panik Jual di Tengah Kedaluwarsa Opsi US$2,6 Miliar
Bitcoin Jeblok ke Rp1 Miliar! Fear Index 5/100, Investor Panik Jual di Tengah Kedaluwarsa Opsi US$2,6 Miliar
PortalMadura.comHarga Bitcoin mengalami tekanan jual tajam pada Jumat (6/2/2026) dengan sempat menyentuh level terendah US$60.299 atau sekitar Rp1,01 miliar. Penurunan ini memicu kepanikan di pasar kripto global yang tercermin dari Fear and Greed Index yang anjlok ke level 5 dari 100—mengindikasikan ketakutan ekstrem di kalangan investor.
Berdasarkan pantauan CoinMarketCap pukul 13.20 WIB, aksi jual masif terjadi bersamaan dengan jatuh tempo kontrak opsi Bitcoin senilai US$2,2 miliar dan Ethereum US$419 juta. Total nilai kedaluwarsa opsi dua aset kripto terbesar dunia ini mencapai US$2,6 miliar, menciptakan tekanan likuiditas yang memperparah penurunan harga.
“Kisaran US$60.000 merupakan zona konsolidasi krusial sebelum reli besar sebelumnya. Area ini masih menunjukkan dukungan relatif kuat dan berpotensi menjadi peluang beli jika terjadi koreksi lebih dalam,” ungkap analis Greeks dalam laporan yang dikutip BeInCrypto, Jumat siang.
Meski sempat terpuruk, harga Bitcoin mulai menunjukkan pemulihan terbatas pada siang hari dengan bertahan di kisaran US$65.774 atau sekitar Rp1,1 miliar. Namun, sentimen pasar tetap suram akibat ketegangan geopolitik global dan kekhawatiran terhadap peran Bitcoin sebagai aset safe haven.
Bloomberg News mencatat harga Bitcoin sempat menyentuh US$60.033—level terendah sejak Oktober 2024. Penurunan ini memperlebar jarak dari rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) yang dicapai pada Oktober 2025 lalu.
Chris Newhouse, Kepala Pengembangan Bisnis di Ergonia, memperingatkan kondisi pasar yang rapuh. “Ketakutan dan ketidakpastian sangat terasa. Tanpa pembeli yang yakin masuk, setiap gelombang penarikan dana ETF dan likuidasi akan terus berlanjut,” tegasnya.
Senada dengan itu, Shiliang Tang, Managing Partner Monarq Asset Management, menilai pasar kripto tengah menghadapi krisis kepercayaan struktural. Sementara analis FxPro Alex Kuptsikevich menyebut level saat ini kembali ke area resistensi kuat yang terbentuk sepanjang Maret hingga Oktober 2024—membuka peluang bagi pemburu harga murah jika volatilitas mereda.
Fear and Greed Index yang berada di level 5 (skala 0-100) menjadi sinyal kritis bagi investor. Indeks ini mengukur sentimen pasar di mana angka 0 merepresentasikan pesimisme ekstrem dan 100 mencerminkan euforia berlebihan. Level saat ini menunjukkan mayoritas pelaku pasar bersikap defensif dengan menahan diri dari aksi beli.
Dengan volatilitas yang meningkat dan tekanan likuiditas berkepanjangan, analis memprediksi pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari ke depan akan sangat dipengaruhi oleh aliran dana institusional dan respons pasar terhadap ketegangan geopolitik global yang masih berlangsung. Investor disarankan meningkatkan kewaspadaan dan menghindari keputusan impulsif di tengah ketidakpastian pasar yang masih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses