oleh

Bunda, Ini 5 Cara Cerdas Ajari Si Kecil Peduli dengan Korban Bencana Alam

PortalMadura.Com – Terjadinya bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, dan lainnya tidak seorang pun yang mengetahuinya. Nah, di saat saudara atau orang lain dilanda bencana, orang tua bisa menyelipkan pelajaran untuk si kecil dengan cara berbagi.

Sebagaimana seorang Penulis ‘You Turn Now‘, Rushabh Turakhia menuliskan, bahwa ada beberapa metode yang bisa orang tua terapkan untuk mengajarkan semangat berbagi. Termasuk berbuat kebaikan kepada anak-anak.

Berikut lima cara mengajarkan si kecil berbagi dengan korban bencana alam:

Dorong Anak Menunjukkan Kebaikan kepada Orang Asing
Rushabh, yang juga menjalankan gerakan menyebarkan kebaikan yang disebut ‘Your Turn Now‘, mengadakan lokakarya dengan anak-anak sekolah dan mendorong mereka untuk melakukan hal yang sama.

“Kebaikan pada anak bisa lewat hal sederhana seperti berbagi tempat duduk di dalam kendaraan umum. Atau membantu hal sederhana untuk orang lain,” ujar Rushabh.

Memberi Contoh
Orang tua itu guru pertama anak-anak. Dan dari orang tua lah anak belajar kebaikan serta semangat memberi.

“Setiap orang tua ingin anaknya bersikap sopan, tetapi jika mereka sendiri bersikap kasar kepada orang lain, anak itu akan secara otomatis menyerapnya. Anak-anak lebih banyak belajar dari yang Anda lakukan dibanding apa yang kita katakan,” kata Rushabh.

Menyumbangkan Pakaian, Buku, dan Mainan
Orang tua dan anak-anak bisa memilih pakaian, mainan, dan buku yang sudah lama. Kemudian ajak anak untuk menyumbangkannya. Baik itu untuk orang yang kurang mampu atau terkena musibah.

Loading...

“Menyumbang itu harus menjadi praktik dalam keluarga. Sebagai orang tua, kita perlu memupuk kebiasaan itu,” katanya.

Ajak Anak jadi Relawan
Rushabh mengajak orang tua mengajarkan berbagi dengan membawa anak-anak ke panti asuhan. Cobalah membiarkan anak-anak menjadi sukarelawan yang membantu anak-anak di sana, dengan memberikan makanan atau hadiah.

Berikan selimut, buah-buahan kepada orang-orang
Tidak semua orang beruntung memiliki rumah atau bisa makan-makanan enak sehari-hari. Anak bisa belajar berbagi kepada para tunawisma di jalan. Cobalah membeli beberapa selimut atau buah-buah dan berikan kepada mereka yang membutuhkannya.

Seorang pendidik anak usia dini dan pengawas pengasuhan anak, Sally Kotsopoulos, mengatakan bahwa berbagi bisa berarti meminjamkan atau memberi. Ini melibatkan dua ide dan untuk anak-anak, mereka butuh waktu untuk paham itu. Tapi walau rumit, anak-anak tetap perlu belajar berbagi.

Selain itu, membantu anak-anak belajar berbagi juga membutuhkan kesabaran dan cekatan, bahkan perlu latihan. Terutama untuk balita, mereka sedang berada dalam fase perkembangan egosentris. Mereka baru mulai mengenali dirinya sebagai individu dengan hal-hal mereka sendiri.

“Balita juga mulai mengeksplorasi apa artinya memiliki sesuatu dan belum cukup memahami gagasan bahwa ada sesuatu yang merupakan milik orang lain. Itu sebabnya kita sering mendengar balita berkata ini punyaku terhadap barang yang nyatanya bukan milik dia!” kata Sally. (haibunda.com/Salimah)



whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar