oleh

Dampak Negatif Gunakan Oli Mobil Pada Motor

PortalMadura.Com – Rutin mengganti oli pada motor memang penting dilakukan untuk tetap menjaga performanya. Biasanya, oli yang dijual di pasaran memiliki beragam pilihan merek dan tipe, maka dari itu pemilik kendaraan bebas memilih pelumas yang diinginkan.

Kendati demikian, jangan salah pilih oli agar kinerja kendaraan tetap prima dan tidak menyebabkan kerusakan pada komponen lainnya. Untuk itu, ada perbedaan yang paling terlihat pada pelumas mesin dan pemilik kendaraan wajib tahu hal ini, yaitu tentang peruntukan untuk kendaraan yang digunakan seperti mobil dan motor.

Lantas, bisakah oli mobil digunakan pada motor dan apa efeknya?. Dilansir Liputan6.com yang mengutip dari Federal Oil, pada dasarnya pelumas mobil memang bisa digunakan untuk motor. Akan tetapi, ada dampak buruk yang harus diterima apabila hal itu terjadi. Mengapa begitu?.

Pasalnya, pelumas kendaraan bermotor dibuat dalam dua jenis, yaitu base oil dan aditif. Tingkat kelicinan oli mobil dan motor tentu sangat berbeda, karena kendaraan roda dua menggunakan kopling basah dan harus terendam oli sehingga membutuhkan pelumas tidak terlalu licin. Sedangkan khusus mobil, kopling yang digunakan adalah tipe kering, sehingga tidak terendam oli.

Loading...

Baca Juga: Tak Cuma Mesin, Ini 2 Sistem di Mobil yang Perlu Ganti Oli

Tidak hanya itu saja, tingkat kelicinan dari oli juga menjadi faktor penentu apakah pelumas sesuai dengan kendaraan.

Adapun dampak negatif jika pemilik kendaraan menggunakan oli mobil untuk motornya, maka risiko terbesar yang harus dirasakan adalah slip kopling. Hasilnya, performa motor akan terganggu.

Kendatipun di zaman yang canggih ini sepeda motor sudah memiliki transmisi manual dan otomatis dengan kopling basah serta kering, namun tingkat stres pelumas pada motor lebih tinggi karena putaran yang dihasilkan.

Selain itu, sistem pendinginan mesin sepeda motor tidak seperti mobil. Mesin mobil dan motor juga memiliki perbedaan dari sisi kapasitas. Khusus motor, putaran mesin lebih besar karena kapasitasnya kecil sedangkan pada mobil, RPM yang dibutuhkan tidak terlalu tinggi. Itulah beberapa hal yang harus pemilik kendaraan perhatikan saat mau mengganti oli pada motor.


Rewriter : Salimah
Sumber : liputan6.com

Komentar