oleh

Dua Gelombang Demo Warnai Penolakan Konser DJ Jimmy

PAMEKASAN (PortalMadura) – Dua gelombang aksi demo mewarnai penolakan pagelaran Disc Jokey (DJ) Jimmy yang rencananya bakal digelar di Lapangan Stadion Pamekasan Sabtu (9/11/2013) malam.

Demo itu dilakukan oleh Koalisi Masyarakat Peduli Islam (KMPI) dan aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pamekasan. Aksi itu menuju Kantor DPRD Pamekasan, Jumat (8/11/2013), kemudian bergeser ke Kantor Pemkab Jalan Kabupaten.

Dua kelompok aksi tersebut sama-sama menolak rencana musik DJ Jimmy Surabaya karena dinilai bertentangan dengan kultur masyarakat Pamekasan sebagai Kota Gerbang Salam (Gerakan Membangun Masyarakat Islam).

“Kita secara pribadi tidak munafik suka akan adanya musik disko itu, tetapi kalau kemudian pemerintah menfasilitasi dengan menyediakan musik itu pada masyarakat, maka secara tidak langsung pemerintah akan merusak moral anak muda Pamekasan,” kata Elman Duro, salah satu korlap aksi dalam orasinya.

Selain giliran berorasi, para pendemo itu juga mengusung sejumlah poster, yang dengan tegas mengecam pemerintah kabupaten dan menolak kehadiran musik disco yang akan berdampak negatif terhadap masyarakat Pamekasan, terutama anak mudanya.

“Karena bisa dipastikan ketika musik itu digelar, maka akan ada pesta minuman keras dan perempuan,” jelas orator yang lain.

Menanggapi hal itu, Suli Faris Wakil Ketua DPRD Pamekasan mengatakan, pihaknya secara kelembagaan tidak mengetahui rencana musik disko yang akan digelar pada malam Minggu itu.

“Maka dari itu, kita melalui komisi terkait akan memanggil instansi terkait untuk menanyakan, apakah ijin hiburan itu sudah keluar atau tidak,” kata Suli.(reiza/htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar