PortalMadura.com – Panggung final tunggal putra Miami Open 2026 akan menyajikan duel panas antara petenis peringkat dua dunia, Jannik Sinner, melawan kejutan dari Ceko, Jiri Lehecka. Laga ini bukan sekadar perebutan trofi, melainkan kesempatan emas bagi Sinner untuk mengukir sejarah baru di dunia tenis profesional.
Melansir laporan dari diretta.it pada Senin (30/3/2026), bintang asal Italia tersebut berambisi menyabet gelar bergengsi “Sunshine Double”. Jika berhasil menang di Miami, Sinner akan menjadi pria pertama yang menjuarai Indian Wells dan Miami secara beruntun sejak legenda Roger Federer melakukannya pada tahun 2017 silam.
Dominasi Sinner Tanpa Cela
Langkah Jannik Sinner menuju partai puncak terbilang sangat dominan. Ia melaju tanpa kehilangan satu set pun, setelah menumbangkan barisan pemain elite seperti Alexander Zverev, Frances Tiafoe, hingga Alex Michelsen. Ketangguhan Sinner di lapangan semen semakin terbukti dengan catatan 16 kemenangan beruntun dalam format dua set di level Masters.
Secara statistik head-to-head, Sinner juga memegang keunggulan mutlak. Dalam tiga pertemuan sebelumnya di sirkuit ATP, Sinner selalu berhasil membungkam Lehecka dengan skor pertemuan 3-0.
Kejutan Jiri Lehecka dan Senjata Servis Maut
Di sisi lain, Jiri Lehecka datang sebagai penantang yang tidak boleh diremehkan. Petenis Ceko ini tengah berada dalam performa terbaik sepanjang kariernya. Keberhasilannya menembus final Masters 1000 diprediksi akan mendongkrak peringkat dunianya ke posisi tertinggi pada rilis terbaru Senin mendatang.
Senjata utama Lehecka terletak pada servis pertamanya yang mematikan. Hingga babak semifinal, Lehecka tercatat belum pernah kehilangan servis satu kali pun (service hold 100%). Modal inilah yang akan ia gunakan untuk membendung agresivitas permainan Sinner.
Perjalanan Lehecka ke final pun diwarnai kemenangan impresif atas unggulan keenam Taylor Fritz di putaran keempat dan dominasi total saat menghadapi Arthur Fils di semifinal.
Final Sempat Tertunda Hujan
Antusiasme penonton sempat tertahan setelah jadwal pertandingan final mengalami penundaan akibat hujan deras di lokasi turnamen. Petugas lapangan bergerak cepat melakukan pengeringan area agar sesi pemanasan dan pertandingan perebutan gelar juara Masters 1000 ini bisa segera dimulai.
Sementara itu dari sektor ganda putri, pasangan Italia Sara Errani dan Jasmine Paolini harus puas mengakhiri turnamen sebagai runner-up. Mereka kalah dari duet Siniakova/Townsend dengan skor 6-7(0) dan 1-6 dalam laga yang juga diwarnai kendala cuaca.





