oleh

Guys, Kenali 5 Cara Bedakan Spare Part Mobil Asli atau Palsu

PortalMadura.Com – Jual beli kendaraan di Indonesia tiap tahun makin meningkat. Hal ini menandakan tingginya akan kebutuhan suku cadang. Sayangnya, hal tersebut justru digunakan oleh oknum yang menjajakan beberapa komponen kendaraan yang palsu. Salah satunya seperti spare part, tapi mereka mengaku asli.

Hal tersebut tentu akan merugikan Anda. Tidak hanya mengeluarkan uang untuk barang dengan kualitas yang buruk, membeli dan menggunakan spare part mobil palsu juga akan membahayakan Anda.

Nah, agar Anda tidak tertipu saat membeli spare part, berikut ini lima cara membedakan spare part mobil asli dan palsu:

Periksa Kode dan Nomor Seri
Langkah pertama yang harus Anda lakukan untuk membedakan spare part mobil asli dan palsu adalah dengan memeriksa kode dan nomor seri yang ada. Setiap barang yang dijual oleh bengkel resmi memiliki nomor seri tertentu.

Nah, setiap nomor seri yang tercantum dalam suatu barang akan terdaftar di katalog resminya. Jika Anda melihat ada yang janggal dalam hal itu, Anda perlu waspada dan berpikir dua kali. Kendati demikian, bukan berarti barang KW atau palsu tidak dilengkapi dengan nomor seri. Sadar atau tidak, kini tidak sedikit juga barang palsu yang dilengkapi dengan kode atau nomor seri tertentu.

Itu sebabnya, Anda harus lebih jeli dalam memeriksa barang incaran. Biasanya, tampilan kode atau nomor seri yang ada pada barang palsu atau KW lebih ringkih dan mudah hilang.

Periksa Juga Kondisi Kemasan
Setelah memeriksa nomor seri barang incaran, langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan untuk membedakan spare part asli dan palsu adalah dengan memeriksa kondisi kemasannya. Kardus kemasan asli memiliki material yang lebih tebal dan halus. Selain itu, kualitas kardus di kemasan spare part mobil asli berwarna terang dan tidak kusam.

Biasanya, spare part asli juga akan memiliki label stiker hologram yang menempel pada kemasan. Nah, yang perlu Anda perhatikan adalah label stiker untuk spare part mobil asli tidak mudah terlepas dan logonya tercetak dengan jelas.

Kondisi Fisik dan Spesifikasi Barang Sesuai
Saat hendak membeli spare part mobil, Anda juga wajib memeriksa kondisi fisik dan spesifikasi dari barang yang diincar. Terkadang, pengerjaan spare part palsu atau KW biasanya tidak sempurna, salah satu contohnya adalah tingkat kerapian dari barang itu sendiri.

Selain itu, Anda juga bisa memeriksa spesifikasi dari barang yang akan Anda beli. Spesifikasi tersebut bisa Anda lihat di internet dengan mengunjungi web resmi. Sebab, meski spare part palsu dibuat semirip mungkin, barang tersebut tidak akan pernah menggunakan bahan yang sama. Contohnya, spare part asli menggunakan baja, sementara spare part palsu hanya menggunakan besi biasa.

Tanyakan Garansi
Jika Anda sudah memeriksa barang incaran tersebut dengan seksama, ini saatnya Anda untuk menanyakan garansi dari barang tersebut. Umumnya, spare part asli memiliki garansi panjang. Selain itu, spare part mobil asli biasanya memiliki garansi yang diberikan sendiri oleh pihak produsen kendaraan tersebut. Sementara yang palsu hanya diberikan garansi toko.

Baca Juga: Isu Santet Makan Korban, Kakek 80 Tahun Tewas Bersimbah Darah

Harga Masuk Akal
Cara terakhir untuk membedakan spare part mobil asli dan palsu adalah dengan memeriksa harga yang diberikan. Ya, harga memang tidak bohong. Harga spare part asli pasti akan lebih mahal jika dibandingkan dengan spare part mobil palsu.

Nah, sebelum membeli barang, penting bagi Anda untuk mengetahui harga spare part tersebut di pasaran. Jika si penjual memberikan spare part dengan harga sangat murah, tanpa promo khusus atau potongan harga, Anda perlu curiga. Sebab, bisa saja barang yang Anda incar tersebut merupakan barang palsu.

Rewriter : Salimah
Sumber : liputan6.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE