Harga BBM Pertamina Juni 2026: Subsidi Stabil, Non-Subsidi Berpotensi Naik Terus Diterpa Gejolak Global

Avatar of PortalMadura.com
Harga BBM Pertamina Juni 2026: Subsidi Stabil, Non-Subsidi Berpotensi Naik Terus Diterpa Gejolak Global
Harga BBM Pertamina Juni 2026: Subsidi Stabil, Non-Subsidi Berpotensi Naik Terus Diterpa Gejolak Global

PortalMadura.com – PT Pertamina (Persero) secara resmi mengumumkan daftar harga bahan bakar minyak (BBM) terbarunya yang berlaku efektif mulai 1 Juni 2026, dengan menjaga stabilitas harga untuk jenis bersubsidi di seluruh wilayah Indonesia.

Keputusan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya bagi pengguna Pertalite dan Biosolar, di tengah fluktuasi pasar energi global.

Harga Pertalite (RON 90) tetap dipertahankan pada angka Rp10.000 per liter, sama seperti periode sebelumnya tanpa ada perubahan.

Demikian pula, Biosolar subsidi (CN 48) stabil di harga Rp6.800 per liter, mendukung sektor transportasi dan distribusi nasional.

Namun, untuk jenis BBM non-subsidi, Pertamina telah melakukan evaluasi dan penyesuaian harga secara berkala, terutama yang terakhir berlaku sejak 4 Mei 2026.

Penyesuaian ini berdampak langsung pada pengeluaran harian, khususnya bagi pemilik kendaraan pribadi yang mengandalkan bahan bakar komersial.

Di wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali), Pertamax (RON 92) dibanderol Rp12.300 per liter, menunjukkan stabilitas sejak penyesuaian Maret 2026.

Pertamax Green 95 tetap dipasarkan seharga Rp12.900 per liter untuk wilayah Jamali.

Adapun Pertamax Turbo (RON 98) mengalami kenaikan signifikan pada 4 Mei 2026, menjadi Rp19.900 per liter di Jamali dari sebelumnya Rp19.400 per liter.

Kenaikan yang lebih mencolok terjadi pada bahan bakar diesel non-subsidi, seperti Dexlite (CN 51) yang kini dijual Rp26.000 per liter di Jamali, melonjak dari Rp23.600 per liter.

Pertamina Dex (CN 53) juga melesat menjadi Rp27.900 per liter di Jamali, naik dari harga sebelumnya Rp23.900 per liter.

Perbedaan harga BBM non-subsidi ini terlihat di berbagai wilayah di luar Jamali, dengan selisih sekitar Rp300 hingga Rp1.000 per liter.

Sebagai contoh, Pertamax di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau dapat mencapai Rp12.900 per liter.

Sementara itu, Pertamax Turbo di beberapa daerah luar Jawa tercatat hingga Rp20.750 per liter, dan Dexlite hingga Rp27.150 per liter.

Faktor-faktor seperti dinamika harga minyak mentah dunia, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, dan biaya distribusi menjadi penentu utama penyesuaian harga BBM non-subsidi.

Pada Mei 2026, rata-rata harga minyak Brent berada di level US$103,71 per barel, naik 1,22% dari bulan sebelumnya, menunjukkan tren peningkatan yang berlanjut.

Harga rata-rata minyak mentah dunia acuan West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami kenaikan tipis menjadi US$98,42 per barel pada Mei.

Pergerakan harga minyak dunia sepanjang Mei ini masih dipengaruhi oleh sentimen geopolitik di Timur Tengah, termasuk konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Nilai tukar rupiah yang terus tertekan di atas level Rp17.000-an per dolar AS juga memperberat biaya impor komponen BBM.

Mekanisme harga BBM non-subsidi melibatkan komponen dasar dari harga minyak olahan global atau MOPS dalam dolar AS, yang kemudian dikalikan dengan kurs rupiah, ditambah margin distribusi, pajak, dan komponen lainnya.

Pemerintah, melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022, mengatur formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM umum.

Kondisi ini membuat pengguna kendaraan diesel menjadi pihak yang paling terdampak kenaikan biaya operasional, terutama untuk perjalanan jarak jauh maupun kendaraan niaga.

Ekonom dari Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, memperkirakan potensi kenaikan BBM non-subsidi pada Juni 2026 bisa mencapai Rp1.500—Rp2.000 per liter.

Proyeksi kenaikan ini didasari oleh pergerakan kurs rupiah yang melemah dan harga minyak dunia yang masih bergerak naik.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi mengenai harga BBM melalui aplikasi MyPertamina atau situs web resmi Pertamina Patra Niaga untuk mendapatkan pembaruan terkini.

Dengan demikian, meskipun BBM subsidi tetap stabil, dinamika pasar global terus menekan harga BBM non-subsidi, menuntut kewaspadaan konsumen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses