JAKARTA – Pasar emas Indonesia menunjukkan dinamika menarik pada awal Maret 2026. Pada Kamis-Jumat, 6 Maret 2026, Harga Emas 24 Karat mengalami pergerakan bervariasi di berbagai platform resmi seperti Antam, Pegadaian, dan IndoGold. Fluktuasi ini menjadi sorotan investor dan masyarakat yang berencana bertransaksi aset logam mulia.
Data terbaru menunjukkan harga emas Antam turun Rp 25.000 per gram menjadi Rp 3.024.000, sementara Pegadaian mencatat kenaikan tipis untuk produk UBS dan Galeri24. Perbedaan ini mencerminkan respons pasar terhadap faktor ekonomi global dan domestik yang terus berubah.
Pergerakan Harga di Berbagai Platform Resmi
Berdasarkan pemantauan dari sumber terpercaya per 6 Maret 2026, berikut rincian harga emas 24 karat di beberapa penyedia layanan:
1. Harga Emas Antam (Logam Mulia)
Mengutip laman resmi logammulia.com, harga emas Antam hari ini turun Rp 25.000 menjadi Rp 3.024.000 per gram. Harga buyback juga mengalami penyesuaian, turun Rp 32.000 menjadi Rp 2.787.000 per gram.
Daftar Harga Emas Antam per Gram (6 Maret 2026):
- 0,5 gram: Rp 1.562.000
- 1 gram: Rp 3.024.000
- 2 gram: Rp 5.988.000
- 5 gram: Rp 14.895.000
- 10 gram: Rp 29.735.000
- 25 gram: Rp 74.212.000
- 50 gram: Rp 148.345.000
- 100 gram: Rp 296.612.000
2. Harga Emas Pegadaian
Pegadaian mencatat pergerakan berbeda. Harga emas UBS naik tipis dari Rp 3.091.000 menjadi Rp 3.096.000 per gram. Sementara itu, emas Galeri24 dibanderol Rp 3.080.000 per gram, mengalami kenaikan marginal dari hari sebelumnya.
Daftar Harga Emas Pegadaian (6 Maret 2026):
- Galeri24: 1 gram Rp 3.080.000 | 10 gram Rp 30.124.000
- UBS: 1 gram Rp 3.096.000 | 10 gram Rp 30.201.000
3. Harga Emas IndoGold
IndoGold merilis harga beli emas 24 karat di angka Rp 2.757.853 dan harga jual kembali (buyback) Rp 2.658.500. Untuk emas UBS, harga dimulai dari Rp 1.566.000 (0,5 gram) hingga Rp 286.621.000 (100 gram).
Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga
Beberapa faktor kunci mendorong fluktuasi harga emas saat ini:
- Nilai Tukar Rupiah: Pelemahan rupiah terhadap dolar AS cenderung mendorong harga emas domestik naik.
- Kondisi Geopolitik Global: Ketegangan internasional meningkatkan minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven.
- Kebijakan Bank Sentral: Sinyal suku bunga dari The Fed dan bank sentral lainnya memengaruhi daya tarik instrumen logam mulia.
- Permintaan Domestik: Aktivitas pembelian emas fisik oleh masyarakat dan institusi turut memengaruhi stabilitas harga.
Emas 24 Karat: Pilihan Investasi yang Tetap Relevan
Emas murni 24 karat dengan kemurnian 99,99% tetap menjadi instrumen investasi favorit karena nilai intrinsiknya yang stabil. Kemampuannya menjaga daya beli di tengah inflasi menjadikannya pilihan strategis untuk diversifikasi portofolio.
Namun, investor disarankan untuk memperhatikan selisih harga jual dan buyback, serta biaya penyimpanan jika membeli dalam bentuk fisik. Memantau update harga dari kanal resmi sebelum bertransaksi juga menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko.
Rekor Tertinggi dan Proyeksi Ke Depan
Sebagai referensi, harga emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 29 Januari 2026 di angka Rp 3.168.000 per gram. Dengan kondisi pasar yang masih dinamis, para analis menyarankan investor untuk tetap waspada namun tidak panik menghadapi fluktuasi jangka pendek.
“Emas adalah investasi jangka panjang. Fokus pada tujuan keuangan Anda, bukan sekadar pergerakan harga harian,” ujar seorang pengamat pasar logam mulia.
Dengan pemahaman yang baik terhadap faktor penggerak harga dan sumber informasi yang kredibel, masyarakat dapat mengambil keputusan investasi emas yang lebih tepat dan menguntungkan.





