PortalMadura.com – Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) pada hari ini, Selasa, 19 Mei 2026, menunjukkan stabilitas di level yang tinggi setelah mengalami penurunan pada hari sebelumnya. Tercatat, harga jual emas Antam untuk pecahan 1 gram berada di angka Rp 2.764.000.
Pergerakan harga ini sebagaimana dilaporkan oleh sejumlah sumber data pasar, dengan harga buyback atau pembelian kembali emas Antam berada pada posisi Rp 2.569.000 per gram. Angka ini menandai penurunan sebesar Rp 7.000 dari perdagangan sebelumnya, Senin, 18 Mei 2026. Sementara itu, harga dasar emas Antam 1 gram pada 18 Mei 2026 tercatat Rp 2.764.000, dengan harga setelah pajak PPh 0.25% menjadi Rp 2.770.910.
Fluktuasi dan Tekanan Global Mengintai
Emas Antam diperkirakan akan tetap bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan Selasa, 19 Mei 2026. Kondisi ini merupakan kelanjutan dari tekanan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir akibat aksi ambil untung (profit taking) oleh investor global serta penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS).
Pada Senin, 18 Mei 2026, harga emas Antam Logam Mulia sempat terpukul dan turun Rp 5.000 per gram. Penurunan ini mengikuti amblesnya harga emas pada Sabtu, 16 Mei 2026, sebesar Rp 50.000, yang membawa harganya ke level Rp 2.769.000 per gram.
Analisis dan Prediksi Pasar
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menyoroti bahwa pergerakan emas dunia (XAU/USD) pada jangka waktu harian masih menunjukkan sinyal bearish yang kuat. Hal ini terjadi setelah emas gagal bertahan di area support penting. Geraldo menekankan bahwa selama harga emas belum mampu kembali naik di atas area resistance signifikan, peluang koreksi lebih dalam masih sangat terbuka. Pasar juga tengah menanti konfirmasi lanjutan melalui pembentukan candlestick bearish yang dapat mengindikasikan potensi pelemahan berkelanjutan.
Penguatan dolar AS secara fundamental juga memberikan tekanan signifikan pada harga emas. Ketika dolar menguat, harga emas menjadi lebih mahal bagi investor global, yang pada gilirannya cenderung menurunkan permintaan terhadap logam mulia ini. Selain itu, perkiraan bahwa Federal Reserve AS akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, didorong oleh data ekonomi AS yang solid, turut menjaga kekuatan dolar AS dan terus menekan harga emas.
Implikasi Bagi Investor
Meskipun harga jual emas Antam cenderung stabil di level tinggi, investor perlu mewaspadai selisih antara harga jual dan harga buyback yang cukup besar. Selisih ini menyiratkan bahwa investasi emas fisik lebih cocok untuk tujuan jangka panjang, di mana kenaikan harga signifikan diharapkan dapat menutupi spread dan memberikan keuntungan. Setiap pembelian emas batangan juga dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% bagi pemegang NPWP dan 0,9% untuk non-NPWP, sesuai PMK Nomor 34/PMK.10/2017.
Dengan sentimen pasar global yang cenderung negatif dan tekanan dari penguatan dolar AS, investor disarankan untuk terus memantau perkembangan harga dan kondisi ekonomi makro sebelum mengambil keputusan investasi.




