portalmadura.com – Harga emas dunia bergerak merangkak naik pada sesi perdagangan Senin (18/5/2026). Penguatan komoditas logam mulia ini dipicu oleh sentimen positif dari melemahnya mata uang dolar Amerika Serikat (AS), meskipun pergerakan pasar saat ini masih dibayangi oleh peningkatan imbal hasil (yield) obligasi serta kenaikan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi global.
Berdasarkan data yang dilansir dari Investor Daily, nilai emas spot melesat sebesar 0,58 persen ke angka US$ 4.566,19 per ons troi. Lonjakan ini terjadi setelah harga emas sempat merosot ke titik terendah sejak akhir Maret lalu. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni juga mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,14 persen menuju level US$ 4.568,5 per ons troi.
Data dari Reuters menunjukkan bahwa penurunan indeks dolar AS hingga 0,3 persen terhadap sejumlah mata uang utama menjadi faktor pendorong utama hari ini. Pelemahan mata uang kelingking tersebut secara otomatis membuat harga emas menjadi lebih murah dan terjangkau bagi para investor global yang memegang mata uang lain.
“Indeks dolar AS turun ke level terendah sesi perdagangan, ini menjadi sentimen positif bagi pasar emas,” ujar analis pasar Jim Wyckoff dalam laporan tertulisnya.
Kendati demikian, penguatan logam mulia ini masih tertahan oleh beberapa faktor pembatas. Salah satunya adalah kenaikan yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang menyentuh level tertinggi sejak Februari 2025 akibat efek konflik geopolitik Iran. Situasi tersebut sempat membuat emas, yang dikenal sebagai aset tanpa imbal hasil, menjadi kurang kompetitif dibandingkan instrumen investasi berbunga.
Tekanan di pasar obligasi tersebut berjalan selaras dengan lonjakan harga minyak mentah Brent yang naik sekitar 2 persen. Kenaikan harga minyak dipicu oleh meningkatnya risiko gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
Selain emas, melemahnya dolar AS juga mendorong kenaikan harga pada sejumlah komoditas logam lainnya. Tercatat, harga perak melonjak 2,13 persen ke level US$ 77,58 per ons troi, platinum naik 0,29 persen ke angka US$ 1.982,52 per ons troi, dan palladium menguat 0,34 persen menuju posisi US$ 1.421,24 per ons troi.





