PortalMadura.com–Harga emas perhiasan 24 karat mencapai Rp2.455.000 per gram pada Kamis (5/2/2026), menurut pemantauan harga dari sejumlah toko emas terkemuka di Indonesia. Kenaikan ini menjadi perhatian khusus bagi investor maupun konsumen yang berencana membeli atau menjual perhiasan emas di tengah dinamika pasar global.
Data yang dihimpun hingga pukul 08.54 WIB menunjukkan variasi harga signifikan berdasarkan kadar karat. Emas 23 karat dijual seharga Rp2.132.000 per gram, disusul emas 22 karat Rp2.038.000 per gram, 21 karat Rp1.949.000 per gram, 20 karat Rp1.855.000 per gram, dan 19 karat Rp1.761.000 per gram. Perbedaan harga mencerminkan pengaruh kemurnian logam terhadap nilai jual di pasaran domestik.
Bagi pemilik emas yang berencana menjual kembali asetnya, harga buyback juga menunjukkan tren positif. Emas 24 karat dengan kemurnian 99,99% dibeli kembali seharga Rp2.649.000 per gram, sedangkan kadar 99,9% dihargai Rp2.595.000 per gram. Harga pembelian kembali untuk kadar lebih rendah turun secara bertahap, mulai dari Rp2.205.000 per gram untuk 23 karat hingga Rp517.000 per gram untuk emas 5 karat.
Kepala Riset Logam Mulia PT IndoGold Futures, Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa fluktuasi harga emas perhiasan hari ini dipengaruhi oleh tiga faktor utama: pergerakan harga emas global yang menguat akibat ketidakpastian geopolitik, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta tingginya permintaan menjelang musim pernikahan di kuartal pertama 2026.
“Perbedaan harga antara jual dan buyback juga mencerminkan biaya produksi dan desain perhiasan yang tidak terdapat pada emas batangan,” ujar Fauzi kepada Liputan6.com, Kamis siang.
Para ahli keuangan menyarankan konsumen untuk membandingkan harga dari minimal tiga sumber terpercaya sebelum bertransaksi. Calon pembeli disarankan menanyakan detail kadar kemurnian, biaya pembuatan, dan kebijakan buyback toko guna menghindari selisih harga yang tidak menguntungkan.
Pemantauan harian terhadap pergerakan harga emas tetap penting mengingat logam mulia ini kerap berubah nilai beberapa kali dalam sehari. Dengan informasi yang akurat dan pemahaman terhadap faktor penentu harga, masyarakat dapat mengambil keputusan investasi atau pembelian yang lebih tepat sasaran.





