Harga Minyak Dunia Meledak! Brent Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah Maret 2026

Avatar of PortalMadura.com
Harga Minyak Dunia Meledak! Brent Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah Maret 2026
Harga Minyak Dunia Meledak! Brent Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah Maret 2026

PortalMadura.com – Harga minyak mentah dunia ditutup menguat pada perdagangan Senin (30/3/2026) waktu setempat. Ketegangan geopolitik yang meluas di Timur Tengah mendorong minyak jenis Brent bersiap mencatatkan rekor kenaikan bulanan terbesar sepanjang sejarah sejak pendataan dimulai pada tahun 1988.

Berdasarkan data Reuters, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pasar Amerika Serikat melonjak 3,3% ke level US$ 102,88 per barel, posisi tertinggi sejak Juli 2022. Sementara itu, minyak Brent naik tipis 0,2% ke level US$ 112,78 per barel setelah sempat menyentuh angka US$ 116,89 pada sesi perdagangan intraday.

Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu Utama

Lonjakan harga emas hitam ini dipicu oleh eskalasi konflik di Semenanjung Arab. Kelompok Houthi dari Yaman dilaporkan mulai memperluas jangkauan serangan dengan meluncurkan drone dan rudal ke wilayah Israel. Meski militer Israel mengklaim berhasil mencegat serangan tersebut, kekhawatiran pasar terhadap stabilitas distribusi energi global meningkat tajam.

Kekhawatiran utama para investor tertuju pada jalur pelayaran strategis di Laut Merah dan Selat Hormuz. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dan gas global.

Rekor Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 1988

Sepanjang bulan Maret 2026, harga minyak dunia menunjukkan tren anomali akibat ketidakpastian jalur distribusi. Berikut adalah ringkasan lonjakan harga selama satu bulan terakhir:

Jenis Minyak Kenaikan Bulanan (Maret) Keterangan
Minyak Brent 57% Rekor tertinggi sejak Perang Teluk 1990.
Minyak WTI (AS) 53% Kenaikan terbesar sejak Mei 2020.

Robert Yawger, Direktur Energi Berjangka Mizuho, memperingatkan bahwa harga minyak bisa melonjak tambahan US$ 5 hingga US$ 10 per barel jika akses selatan Laut Merah benar-benar tertutup bagi kapal niaga.

Sinyal Positif di Tengah Ketegangan

Meskipun situasi memanas, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa pasokan global saat ini masih dalam kondisi mencukupi. Data pelacakan kapal menunjukkan sinyal positif dengan kembalinya beberapa kapal kontainer besar yang melintasi Selat Hormuz setelah sempat berbalik arah sebelumnya.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono juga memberikan sinyal positif terkait keamanan kapal-kapal Indonesia yang melintasi kawasan konflik. Namun, pasar tetap waspada mengingat ancaman politik internasional yang semakin keras terhadap negara-negara di kawasan tersebut.

Kondisi pasar di akhir kuartal pertama tahun 2026 ini diprediksi akan terus fluktuatif, bergantung pada perkembangan diplomasi internasional dan stabilitas keamanan di jalur maritim global.


Disclaimer: Informasi harga minyak dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar bursa komoditas global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses