PortalMadura.com – Harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) menunjukkan pergerakan fluktuatif di pasar global pada Senin, 25 Mei 2026, sementara kebijakan baru pemerintah Indonesia memicu penurunan tajam di pasar domestik.
Di bursa berjangka Malaysia (FCPOc1), harga CPO terpantau berada di level MYR 4.473 per ton pada 25 Mei 2026, sedikit menurun 0,29% dari hari sebelumnya.
Meski mengalami koreksi harian, harga CPO di Malaysia secara tahunan masih 16,82% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Rentang perdagangan harian CPO pada 26 Mei 2026 diperkirakan antara MYR 4.451 hingga MYR 4.513.
Di pasar spot Medan, Indonesia, harga minyak sawit tercatat Rp 19.890 per kilogram pada penutupan perdagangan Jumat, 22 Mei 2026.
Namun, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) melaporkan kepanikan pasar domestik setelah pengumuman pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai eksportir tunggal komoditas strategis.
Pengumuman tersebut menyebabkan harga CPO di Dumai anjlok drastis dari Rp 15.300 menjadi Rp 14.500 per kilogram dalam hitungan jam pada 26 Mei 2026, dan bahkan turun lagi hingga kisaran Rp 12.000 – Rp 12.500 per kilogram pada hari berikutnya.
Pelaku usaha memilih menahan diri untuk tidak bertransaksi karena ketidakpastian tata kelola ekspor kelapa sawit yang baru.
Beberapa faktor turut mempengaruhi pergerakan harga CPO global, termasuk melemahnya nilai Ringgit Malaysia yang memberikan dukungan harga.
Kenaikan harga minyak nabati saingan di bursa Dalian dan minyak kedelai di Chicago juga turut mengangkat sentimen pasar.
Kekuatan harga minyak mentah global juga memberikan dorongan tambahan pada harga CPO.
Namun, ekspor minyak sawit Malaysia periode 1-25 Mei 2026 dilaporkan menurun antara 14,5% hingga 18,0% dibandingkan bulan April, membatasi kenaikan harga.
Impor minyak sawit India, sebagai importir terbesar dunia, juga merosot 26% pada April ke level terendah dalam empat bulan.
Di sisi lain, harga minyak sawit masih menghadapi persaingan ketat dengan minyak bunga matahari yang harganya lebih kompetitif, berpotensi menggeser preferensi importir.
RHB Investment Bank memproyeksikan stok minyak sawit akan tetap rendah, di bawah 2 juta ton, untuk beberapa bulan ke depan.
Meskipun demikian, CPO diperkirakan akan diperdagangkan pada MYR 4.516,68 per metrik ton pada akhir kuartal ini dan MYR 4.783,87 dalam 12 bulan ke depan.





