PortalMadura.com– Harga perak murni produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam mengalami penurunan signifikan pada Kamis, 22 Januari 2026. Setelah mencatat level tertinggi sepanjang masa pada awal pekan ini, harga perak Antam tergelincir menjadi Rp57.550 per gram, turun Rp1.650 dibanding hari sebelumnya.
Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia milik Antam, penurunan ini terjadi setelah harga perak sempat menyentuh angka Rp59.350 per gram pada Rabu (21/1), yang menjadi rekor tertinggi baru sepanjang sejarah. Sehari sebelumnya, Selasa (20/1), harga perak juga telah naik bertahap—dari Rp58.400 ke Rp58.750 per gram—sebelum melonjak ke level ATH tersebut.
Penurunan harga perak Antam hari ini sejalan dengan tren global. Menurut situs Kitco, harga perak dunia melemah 1,71% ke level US$91,39 per troy ons pada perdagangan Rabu malam waktu New York, setelah sebelumnya sempat menembus US$95 per troy ons.
Untuk produk perak batangan berbagai ukuran, Antam mematok harga dasar sebagai berikut pada Kamis (22/1):
– 250 gram: Rp14.787.500 (belum termasuk PPN 11%), atau Rp16.414.125 setelah pajak
– 500 gram: Rp28.775.000 (belum termasuk PPN), atau Rp31.940.250 setelah pajak
Sementara itu, untuk seri Heritage:
– 31,1 gram: Rp2.337.635 (belum termasuk PPN), atau Rp2.594.775 setelah pajak
– 186,6 gram: Rp12.904.126 (belum termasuk PPN), atau Rp14.323.580 setelah pajak
Pergerakan harga perak dalam beberapa hari terakhir mencerminkan volatilitas tinggi di pasar logam mulia, yang dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed serta permintaan investor terhadap aset safe-haven. Meski sempat mencatat rekor, sentimen pasar kini tampak berbalik arah.




