— Harga perak di pasar domestik dan global mengalami pelemahan pada Rabu, 25 Februari 2026. Perak Antam turun Rp800 per gram, sementara harga spot global anjlok 1,2% dipicu aksi ambil untung investor dan penguatan dolar AS.
Di Indonesia, harga perak murni Antam tercatat di level Rp54.150 per gram, turun dari posisi Selasa (24/2/2026) yang berada di Rp54.950 per gram. Penurunan ini sejalan dengan melemahnya harga emas dan sentimen pasar komoditas secara umum.
Untuk produk perak batangan Antam, harga bervariasi berdasarkan ukuran dan sudah termasuk perhitungan PPN 11%:
- 31,1 gram (Heritage): Harga dasar Rp2.231.885 → Rp2.477.392 setelah PPN
- 186,6 gram (Heritage): Harga dasar Rp12.269.686 → Rp13.619.351 setelah PPN
- 250 gram: Harga dasar Rp13.937.500 → Rp15.470.625 setelah PPN (stok kosong)
- 500 gram: Harga dasar Rp27.075.000 → Rp30.053.250 setelah PPN (stok kosong)
Di pasar internasional, harga perak spot global tercatat turun signifikan. Pada 25 Februari 2026, harga perak spot anjlok US$1,06 atau 1,2%, dari US$88,27 menjadi US$87,21 per ons. Data Kitco.com pukul 06.40 waktu Vietnam menunjukkan perak diperdagangkan di kisaran US$86,76 per ons, turun US$1,32 dari sesi sebelumnya.
Dalam konversi rupiah, harga perak global pada 25 Februari 2026 pukul 00.45 UTC tercatat sekitar Rp47.204 per gram.
Faktor Pemicu Pelemahan Harga Perak
Beberapa faktor utama mendorong tekanan jual pada harga perak hari ini:
- Aksi ambil untung: Investor melakukan realisasi keuntungan setelah harga perak mencapai level tertinggi dua pekan pada awal minggu.
- Penguatan dolar AS: Indeks dolar yang menguat membuat logam mulia lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
- Ketidakpastian kebijakan: Isu tarif perdagangan AS dan ketegangan geopolitik (termasuk relasi AS-Iran) memicu volatilitas pasar.
- Dinamika permintaan industri: Meski perak banyak digunakan di sektor elektronik dan kimia, sentimen jangka pendek lebih dominan.
Perlu dicatat, pasar perak global telah mengalami defisit pasokan struktural selama enam tahun berturut-turut. Kondisi ini berpotensi menopang harga dalam jangka panjang, meski tekanan jangka pendek tetap terjadi.
Tips Investasi Perak di Tengah Volatilitas
Bagi investor yang tertarik memperhitungkan perak sebagai instrumen diversifikasi, perhatikan beberapa hal berikut:
- Hitung total biaya pembelian, termasuk PPN 11% yang sering belum tercantum di harga dasar.
- Pantau pergerakan harga global dan nilai tukar rupiah, karena keduanya memengaruhi harga domestik.
- Pahami profil risiko: perak memiliki volatilitas lebih tinggi dibanding emas, namun berpotensi memberikan imbal hasil menarik.
- Pastikan membeli dari distributor resmi seperti Antam untuk menjamin kemurnian dan keaslian produk.
Baca Juga:





