Harga Sawit Terkini: CPO Menguat Tipis, Petani Lokal Dihantam Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Avatar of PortalMadura.com
Harga Sawit Terkini: CPO Menguat Tipis, Petani Lokal Dihantam Kebijakan Ekspor Satu Pintu
Harga Sawit Terkini: CPO Menguat Tipis, Petani Lokal Dihantam Kebijakan Ekspor Satu Pintu

PortalMadura.com – Harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) berjangka menunjukkan sedikit penguatan di pasar global, namun sentimen berbeda melanda harga Tandan Buah Segar (TBS) di sejumlah sentra produksi Indonesia.

Pada 22 Mei 2026, harga minyak sawit berjangka di Malaysia naik menjadi 4.486 Ringgit Malaysia per ton, meningkat 0,63% dari hari sebelumnya.

Meski demikian, harga komoditas ini telah mengalami penurunan sebesar 2,03% selama sebulan terakhir, namun tetap 17,22% lebih tinggi dibandingkan periode setahun lalu.

Di pasar spot domestik, CPO di Medan tercatat pada Rp 19.890 per kilogram per 22 Mei 2026.

Situasi di tingkat petani sawit Indonesia menunjukkan keragaman, dengan beberapa wilayah melaporkan kenaikan dan sebagian besar lainnya mengalami penurunan signifikan.

Pada 24 Mei 2026, harga TBS kelapa sawit di Sumatera Utara mencatatkan tren positif, mencapai Rp 2.883,82 per kilogram.

Kenaikan di Sumatera Utara ini didorong oleh penguatan harga rata-rata CPO lokal dan ekspor, dengan nilai jual CPO merangkak naik hingga Rp 12.293,62 per kilogram.

Namun, kondisi anjloknya harga TBS melanda petani di Kalimantan Barat dan Kabupaten Bangka, dengan penurunan mencapai Rp 800 hingga Rp 1.000 per kilogram dalam beberapa hari terakhir hingga 25 Mei 2026.

Di Kabupaten Bangka, harga beli TBS dari pengepul per 24 Mei 2026 bahkan anjlok hingga sekitar Rp 1.800 – Rp 2.080 per kilogram.

Data terbaru dari Pempem per 25 Mei 2026 menunjukkan harga beli TBS di 51 pabrik kelapa sawit di seluruh Indonesia berkisar antara Rp 2.285 hingga Rp 3.755 per kilogram.

Ketua Umum Perhimpunan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI), Mansuetus Darto, menyatakan bahwa pernyataan Presiden terkait rencana ekspor sawit melalui satu pintu atau PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) telah memicu kepanikan petani.

Baca Juga:Harga Emas Perhiasan Hari Ini: Antam Turun, Pilihan 24K dan 18K Tetap Menarik

Menurut Darto pada 24 Mei 2026, harga TBS anjlok drastis dari kisaran Rp 3.000-Rp 3.700 per kilogram menjadi sekitar Rp 1.500-Rp 2.500 per kilogram setelah deklarasi kebijakan tersebut.

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya tempat pengumpulan sawit yang menghentikan operasional sementara, serta tengkulak yang enggan membeli sawit dari petani, menyebabkan buah menumpuk dan membusuk.

Dari sisi eksternal, penurunan ekspor global juga turut menekan harga, dengan pengiriman minyak sawit global selama 1-20 Mei 2026 turun antara 13,9% dan 20,5% dari bulan April.

Impor minyak sawit oleh India, sebagai pembeli terbesar dunia, juga menyusut 26% pada bulan April ke level terendah dalam empat bulan.

Namun, beberapa faktor eksternal memberikan dukungan terhadap harga CPO, seperti melemahnya Ringgit Malaysia dan penguatan harga minyak kedelai di Chicago.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Hari Ini: Antam Turun, Pilihan 24K dan 18K Tetap Menarik

Kenaikan harga minyak mentah dunia juga memberikan sentimen positif, didukung oleh rencana Indonesia untuk meningkatkan mandat biodiesel menjadi B50 pada Juli dan Malaysia menjadi B15 pada Juni.

Di Indonesia, peningkatan konsumsi domestik untuk industri pangan dan program biodiesel berhasil menahan akumulasi stok berlebih, menurut data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

Analis memperkirakan harga CPO memiliki peluang untuk rebound secara teknikal dan fundamental, berpotensi keluar dari fase konsolidasi pada kuartal III-2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses