oleh

Hati-hati, Patah Hati Kelewat Batas Bisa Datangkan Maut

PortalMadura.Com – Saat ditinggal seseorang yang dicintai atau kekasih biasanya akan menyebabkan kesedihan yang begitu mendalam. Bukan hanya mempengaruhi perasaan saja, melainkan juga pada keadaan tubuh atau bahkan berujung pada kematian.

Kejadian ini sering terjadi di lingkungan sekitar. Tidak sedikit dari mereka yang patah hati memilih untuk mengakhiri hidupnya karena sudah tidak kuat menahan rasa sakit yang dideritanya.

Loading...

Lantas yang menjadi pertanyaan, bisakah manusia meregang nyawa karena patah hati ditinggalkan orang yang disayangi?. Sebagaimana menurut sebuah studi oleh British Heart Foundation (BHF) dan University of Aberdeen menemukan bukti bahwa sindrom patah hati merupakan kondisi medis yang nyata, bisa menyebabkan kerusakan temporer atau permanen pada jantung, dan dalam beberapa kasus bisa membawa penderitanya kepada kematian.

Nama ilmiah sindrom ini adalah takotsubo cardiomyopathy, sebuah kondisi di mana otot jantung melemah karena guncangan emosional atau stres fisik yang intens. Pemicu utamanya adalah tekanan emosional, salah satunya yang disebabkan karena kematian orang yang dicintai.

Tim peneliti memantau kondisi 52 pasien takotsubo selama empat bulan. Dengan menggunakan ultrasound dan MRI jantung, para peneliti menyimpulkan bahwa sindrom ini memiliki pengaruh permanen pada gerakan memompa jantung dan menunda vibrasi yang terjadi saat jantung berdetak. Kondisi ini juga dikatakan dapat menghambat gerakan meremas jantung, menyebabkan jantung berkontraksi dengan cara yang tidak wajar.

BHF mendefinisikan takotsubo sebagai suatu kondisi temporer. Pada penderita takotsubo, ventrikel kiri, salah satu ruang di jantung mengalami perubahan bentuk. Kondisi ini akan mengganggu kemampuan jantung untuk memompa darah. Dalam keadaan terburuk bisa menyebabkan gagal jantung. (merdeka.com/Putri)