oleh

Apa Itu Helm Bogo? Yuk, Kenali Seluk Beluk Pelindung Kepala Kekinian Ini

PortalMadura.com– Melindungi diri dari bahaya selama berkendara adalah prioritas utama. Mulai dari memastikan bahwa kendaraan Anda siap digunakan hingga menggunakan aksesoris tambahan adalah langkah awalnya. Terutama ketika Anda lebih sering menggunakan kendaraan roda dua dalam beraktivitas.

Rasanya menjadi wajib bagi Anda untuk menggunakan helm berkualitas setiap berkendara. Anda bisa memenuhinya dengan helm Bogo. Helm yang satu ini tentunya sudah sangat dikenal di kalangan pengendara motor.

Sebagai pelindung kepala, helm ini dibuat dengan bahan keras yang nyaman dipakai. Mengapa harus keras? Karena helm harus dapat meminimalisir benturan ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk itu Anda juga harus memilih dari kualitas terbaik. Helm Bogo ini selain materialnya yang bagus, modelnya juga dibuat lebih modern dan berkelas.

Kesannya memang klasik namun jenis ini sedang menjadi trend masa kini. Awalnya mungkin helm jenis ini banyak dipakai oleh pengendara motor vespa. Karena cocok dengan profil motor dan helm.

Tetapi kini helm ini sudah banyak digunakan oleh pengguna motor bebek juga lho. Lantas apa saja yang bisa Anda ketahui mengenai helm sebelum membelinya? Ini dia ulasannya.

  1. Sejarah Helm

Kendaraan roda dua memang sudah muncul sejak tahun 1885. Namun pada saat itu orang yang mengendarainya belum menggunakan helm seperti sekarang. Baru kemudian pada tahun 1931 hinga 1950an, helm baru terpikirkan untuk dibuat melihat semakin berkembangnya motor.

Pada masa itu kecepatan motor tentu belum seperti sekarang. Wajar sekali jika pada saat itu belum ada yang memakai helm untuk berkendara. Hal ini berlangsung hingga awal abad 20.

Pada tahun 1940 an, helm baru dipakai oleh militer saja berbentuk setengah lingkaran. Motor yang digunakan untuk memakai helm pun baru sejenis Harley Davidson.

Barulah sekitar tahun 1950, helm dibuat dengan open face berdesain seperti helm Bogo. Bisa jadi alasan helm klasik modern ini kembali digemari karena trend yang bersifat terulang. Terutama untuk jenis  helm Bogo.

Yang paling terkenal di Indonesia sendiri adalah jenis helm half face seperti Cargloss hingga JPN. Meski pilihan kacanya beragam, Bogo yang merupakan brand dari kaca helm atau visor ini yang paling laris adalah kaca cembung. Namun Anda bisa memilih kaca datar juga kok.

Kaca helm memang biasanya sudah termasuk di pembelian. Tetapi jika Anda kurang menyukai dan kurang nyaman dengan kaca bawaan, Anda bisa menggantinya dengan kaca yang diinginkan.

Itulah mengapa banyak yang memilih untuk membeli helm ini tanpa kaca agar bisa dipasang kaca favorit.

  1. Jenis Helm

Jenis helm juga penting untuk Anda ketahui sebelum membeli. Ada 4 jenis helm yakni full face, modular, open face dan juga off road. Helm full face memiliki tampilan komplit menutupi wajah pengendaranya.

Helm ini bisa dikatakan lebih aman untuk melindungi kepala karena tertutup hingga ke bagian leher atas. Cocok untuk Anda yang akan bepergian jarak jauh karena bagian rahang, pipi hingga dagu Anda akan terlindungi maksimal.

Terdapat ventilasi dan sponge helm agar tidak pengap dan basah dengan keringat saat dipakai. Kemudian helm modular yang disebut juga dengan helm flip up. Mungkin dari modelnya terkesan mirip dengan helm full face.

Namun helm ini bisa dibuka pada bagian dagu sedangkan full face tidak. Untuk beban, helm modular lebih berat dari helm full face. Maka perhatikan dengan baik engsel helm agar tidak memilih yang engselnya rapuh.

Selanjutnya ada helm open face yang berkebalikan dengan full face. Beberapa orang menyebutnya dengan helm 3/4 . Helm ini tidak terdapat pelindung dagu dan wajah Anda akan terlihat jelas ketika memakainya. Terdapat visor di bagian depan dan bentuknya yang terbuka membuat helm ini lebih ringan daripada helm lainnya.

Sementara untuk jenis helm off road, mirip juga dengan full face tetapi bagian kanan dan kirinya lebih ramping. Bagian pelindungnya lebih panjang di depan agar Anda terlindungi dari sinar matahari.

Nah, jadi sudah tahu dong helm mana yang paling sesuai dengan karakter dan juga kendaraan Anda.

Jangan Keliru, Ini Tips untuk Memilih Helm Bogo yang Berkualitas

helm bogo wanita
helm bogo wanita

Jika Anda sudah membaca artikel ini sampai sini, artinya Anda sudah mengetahui sejarah munculnya helm berikut jenisnya. Ternyata helm memiliki jenisnya masing-masing yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Jadi jangan gunakan helm yang sama apabila aktivitas Anda berbeda tingkat ekstrimnya.

Misalnya saja Anda ingin mengendarai motor sport tapi menggunakan helm open face, tentu saja tidak tepat karena bisa berbahaya. Begitu juga sebaliknya, agaknya terlalu pengap jika menggunakan motor bebek menggunakan helm full face atau  helm off road. Lalu bagaimana cara untuk memilih helm yang tepat? ada 7 tips yang bisa Anda simak.

  1. Cek Dulu Merknya

Anda tentu sudah mengetahui bahwa ada harga ada rupa. Begitu pula dengan sebuah helm. Adanya merk sangat memengaruhi dari segi harga dan juga kualitasnya. Seperti halnya helm Bogo ini. Untuk segi harga, helm ini memang tergolong ramah di kantong daripada helm lainnya.

Jenis open face tentu lebih ringan pada bobot maupun biaya. Tidak salah jika banyak konsumen yang berlomba untuk mendapatkannya.

Jangan salah, meski harganya tidak bikin kantong bolong, kualitasnya juga jempolan lho. Ini dia yang disebut dengan ada harga yang sepadan dengan kualitas produk. Hal ini karena standar kualitasnya semakin tinggi mengingat permintaan di pasaran pun cukup tinggi.

Tidak perlu heran ya jika harganya cukup sepadan dengan perlindungan yang diberikan. Sudah aman, nyaman makin kekinian pula.

  1. Perhatikan Ukuran Helm

Kepala masing-masing orang tentunya berbeda ukuran. Hal ini lah yang membuat helm memiliki ukuran berbeda yakni XS, S, M, L, XL hingga XXL. Bahkan Bogo juga menawarkan helm untuk ukuran anak-anak lho.

Harganya pasti berbeda antara helm dewasa dan helm anak-anak. Kisarannya sekitar Rp 70 ribuan untuk helm anak dan mulai dari Rp 100 ribuan untuk helm dewasa.

Anda bisa mengukurnya dengan cara menggerakkan helm ketika digunakan. Jika helm rapat dan tidak bergeser, maka bisa dikatakan helmnya pas. Anda juga bisa menggunakan cara berupa gerakan mata ke kanan dan kiri. Apabila jarak pandang Anda saat memakai helm terlihat ada yang menghalangi, maka bisa dikatakan helm tersebut kebesaran.

Cara lainnya adalah mengukur dengan meteran kain yang di lingkarkan ke kepala. Kemudian catat angka akhirnya dan sesuaikan dengan ukuran bawaan helm pada deskripsinya.

Ukuran standar di Indonesia yakni XS lingkar kepala 53-54 cm, ukuran S lingkar kepala 55-56 cm, ukuran M lingkar kepala 57-58 cm, ukuran L lingkar kepala 59-60 cm, ukuran XL lingkar kepala 61-62 cm dan ukuran XXL lingkar kepala 63-34 cm.

  1. Lihat Desainnya

Meski helm Bogo ini dikenal dengan tipe retro, namun ada banyak tipe lainnya dengan desain yang berbeda. Misalnya saja tipe desain klasik yang menggunakan warna netral seperti hitam, putih hingga cokelat.

Bahkan tersedia juga dengan desain karakter kartun dan custom lainnya. Untuk tipe warnanya sendiri Anda bisa memilih mau bentuk doff atau glossy.

  1. Cek Label Keamanan

Di Indonesia sendiri sudah ada badan yang khusus ditugaskan untuk mengecek kualitas dari suatu produk. Untuk produk helm sendiri yang boleh dipasarkan adalah yang sudah lolos uji dari SNI.

Helm Bogo sendiri sudah mengantongi SNI atau Standar Nasional Indonesia dengan sertifikast SNI ISO 9001:2008.

  1. Pilih Toko yang Terpercaya

Untuk memastikan bahwa helm Bogo yang Anda inginkan ini benar-benar original, Anda harus mencari toko yang sudah terpercaya. Anda bisa mendatangi toko resmi dari brand ini atau membelinya secara online.

Meskipun online, Anda tetap bisa mengeceknya dari review dan juga rating di tokonya. Apabila reviewnya baik, maka bisa dipastikan bahwa tokonya terpercaya.

Selain itu jangan lupa juga untuk melihat apakah produknya sudah sesuai dengan keinginan beserta ukurannya. Jangan sampai Anda salah pilih beli helm untuk dewasa, yang datang helm untuk anak. Hindari pula tergiur harga murah jika membelinya online ya.

  1. Pastikan Keasliannya

Anda bisa memastikan keaslian helm tersebut selain dari kualitas bahannya dari beberapa cara berikut. Kaca helm original terbuat dari polycarbonate yang lentur dan tidak mudah retak atau pecah. Apabila kacanya terbuat dari bahan akrilik, maka bisa dipastikan bahwa helmnya KW. Tekan sedikit saja pada kaca helm dengan lembut untuk mengetes kelenturannya.

Kemudian busa helm original pastinya empuk dan tebal sehingga tidak sakit ketika dipakai. Berbeda dengan helm palsu, busanya cukup tipis dan kurang nyaman. Yang tidak kalah penting adalah adanya nomor seri pada helm original.

Nomor ini akan berbeda-beda pada tiap helm. Tujuannya adalah untuk membedakan antara helm asli dan palsu.

  1. Lengkapi dengan Aksesoris

Helm ini bisa Anda lengkapi juga dengan aksesoris tambahan seperti kacamata khusus untuk berkendara hingga menambahkan kaca apabila helm yang Anda pilih belum termasuk kaca depan.

Hal ini disebabkan oleh pengendara yang lebih memilih untuk mencari kaca helm yang paling sesuai dengan keinginannya. Tetapi Anda bisa meminta untuk melengkapinya dengan kaca bawaan saat membeli.

Namun apabila Anda tidak ingin menggunakan kaca depan, Anda bisa memakai kacamata agar mata tetap terlindungi dan pandangan jadi lebih jelas selama berkendara.

Gunakan cara-cara diatas agar Anda bisa tetap terlindungi dengan baik selama berkendara. Tentunya mencegah lebih baik daripada mengatasi.

Alih-alih menggunakan helm yang palsu dan tidak terjamin kualitasnya hanya agar tetap terlihat keren, beralihlah ke helm kekinian ini. Selain Anda bisa tetap aman, Anda juga akan makin percaya diri berkendara dengan helm dari Bogo ini.

Contoh Model Helm Bogo

Tidak sedikit kecelakaan di jalan raya yang fatal hanya karena tidak menggunakan helm. Baik itu helm yang sesuai dengan kendaraan ataupun tidak.

Nyatanya memakai helm dapat menjaga Anda dari benturan fatal di kepala. Anda tentu tidak mau bukan jika kepala terbentur dan mengalami sakit.

Maka lindungi kepala Anda dari hal kecil yakni pakai helm saat berkendara untuk beraktivitas.

Rewriter: Muhammad Zakariya
-

Komentar