IHSG Anjlok 1,5% Kamis Siang, BUMI dan PTRO Jadi Korban Tekanan Jual Terberat

Avatar of PortalMadura.com
IHSG Anjlok 1,5% Kamis Siang, BUMI dan PTRO Jadi Korban Tekanan Jual Terberat
IHSG Anjlok 1,5% Kamis Siang, BUMI dan PTRO Jadi Korban Tekanan Jual Terberat

PortalMadura.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam pada sesi II perdagangan Kamis, 26 Februari 2026. Pukul 14.08 WIB, indeks acuan bursa domestik itu tergerus 1,50% ke level 8.197. Tekanan jual meluas dengan 538 emiten ditutup merah, sementara hanya 148 saham yang menguat dan 133 lainnya stagnan.

BUMI dan PTRO Jadi Saham Paling Tertekan

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi salah satu korban utama tekanan jual hari ini. Hingga berita ini disusun, harga saham BUMI anjlok 3,70% ke Rp 260 per lembar. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, BUMI mencatatkan net sell senilai Rp 281,2 miliar—angka tertinggi di antara seluruh saham yang mengalami aksi jual bersih.

Tekanan serupa juga dialami PT Petrosea Tbk (PTRO) yang harganya merosot 7% pada perdagangan siang ini. Kedua saham sektor sumber daya ini ikut memperdalam pelemahan IHSG di tengah sentimen negatif yang menyelimuti pasar.

Sesi I: IHSG Sudah Merah Sejak Pembukaan

Sebelumnya, pada penutupan sesi I, IHSG sudah terkoreksi 67,04 poin atau 0,81% ke level 8.255,18. Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Kamis (26/2/2026), menjelaskan bahwa pelemahan ini dipicu kombinasi sentimen negatif dari faktor eksternal dan domestik.

Sentimen Global: Geopolitik dan Kebijakan Tarif AS

Dari sisi eksternal, bursa-bursa regional Asia turut melemah karena investor mencermati eskalasi ketegangan geopolitik dan ketidakpastian kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat.

“Peningkatan jumlah pasukan AS di Timur Tengah membuat pelaku pasar waspada menjelang pembicaraan nuklir di Jenewa, sementara Washington meningkatkan tekanan pada Iran dengan menjatuhkan sanksi kepada entitas yang terlibat dalam ekspor minyak dan senjata,” tulis Pilarmas dalam risetnya.

Pilarmas juga menyoroti upaya pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang berupaya mempertahankan strategi tarif globalnya. Langkah ini memicu kekhawatiran di kalangan mitra dagang dan berpotensi memperlambat arus perdagangan internasional.

Faktor Domestik: Isu Pembatasan Minimarket

Di dalam negeri, rencana pemerintah membatasi pendirian minimarket di wilayah pedesaan untuk memberi ruang bagi operasional Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih turut menjadi sorotan pasar.

“Rencana pembatasan izin minimarket baru demi memperkuat peran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih membawa konsekuensi serius bagi stabilitas ekonomi nasional, terutama pada sektor investasi dan efisiensi pasar,” papar Pilarmas.

Kebijakan tersebut dinilai berpotensi mengganggu iklim investasi ritel dan menimbulkan ketidakpastian regulasi di mata investor.

Outlook: Investor Disarankan Cermat

Mengingat kombinasi tekanan global dan domestik, Pilarmas menyarankan investor untuk tetap cermat dalam mengambil posisi. Pemantauan terhadap perkembangan geopolitik Timur Tengah, kebijakan tarif AS, serta klarifikasi regulasi minimarket di dalam negeri menjadi kunci dalam membaca arah pasar ke depan.

Rangkuman Data Perdagangan (Per 14.08 WIB)

Indeks IHSG
Perubahan -1,50%
Level 8.197
Saham Merah 538 emiten
Saham Hijau 148 emiten
Saham Stagnan 133 emiten
Net Sell Tertinggi BUMI (Rp 281,2 miliar)

Catatan: Data perdagangan dapat berubah hingga penutupan sesi II. Informasi ini disusun berdasarkan data real-time dari aplikasi Stockbit Sekuritas dan riset Pilarmas Investindo Sekuritas per Kamis, 26 Februari 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses