IHSG Anjlok 8%, Menkeu Purbaya: Ini Shock Sesat, Saat Tepat Beli Saham!

Avatar of PortalMadura.com
IHSG Anjlok 8%, Menkeu Purbaya: Ini Shock Sesat, Saat Tepat Beli Saham!
IHSG Anjlok 8%, Menkeu Purbaya: Ini Shock Sesat, Saat Tepat Beli Saham!
PortalMadura.comMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 8,02% pada Rabu, 28 Januari 2026, bukan mencerminkan sentimen negatif terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Penurunan tajam yang memicu trading halt selama 30 menit pada pukul 13.43 WIB disebabkan faktor teknis terkait penilaian global terhadap saham-saham Indonesia.
“Saya tegaskan, ini hanya shock sesaat akibat penilaian MSCI terhadap transparansi dan free float saham Indonesia. Bukan karena kondisi ekonomi kita melemah,” ujar Purbaya di Istana Negara, Jakarta, Rabu sore.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka anjlok 6,8% ke level 8.369,48 pada sesi pertama. Pelemahan berlanjut hingga awal sesi kedua hingga menyentuh level 8.261,79 atau terkoreksi 718 poin—melebihi ambang batas 8% yang memicu penghentian perdagangan sementara (trading halt) selama 30 menit.
Purbaya menjelaskan, Morgan Stanley Capital International (MSCI) masih menilai terdapat persoalan pada transparansi dan kriteria free float saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Indexes. Meski BEI telah melakukan perbaikan minor, penyesuaian penuh memerlukan waktu hingga sebelum Mei 2026.
“Ini bukan masalah fundamental. Perusahaan-perusahaan kita akan menyesuaikan diri dengan standar MSCI. Dalam waktu dekat, saham Indonesia kembali layak investasi bagi investor global,” tegasnya.
Justru, Menkeu melihat momen koreksi ini sebagai peluang emas bagi investor. “Sebelum bulan Mei semua akan diperbaiki. Jadi sekarang it’s a good time to buy,” ungkapnya optimis.
Purbaya menjamin pemerintah bersama Bank Indonesia akan terus menjaga stabilitas ekonomi makro. Dengan sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang solid, pemerintah yakin pertumbuhan ekonomi 2026 dapat mencapai target 6% atau bahkan lebih tinggi.
“Indonesia serius memperbaiki kemudahan investasi. Dengan fundamental ekonomi yang kuat dan pertumbuhan yang terjaga, pasar saham kita akan kembali menguat,” pungkasnya.
Analis pasar memperkirakan volatilitas jangka pendek masih mungkin terjadi hingga penyesuaian standar MSCI rampung. Namun mayoritas memprediksi IHSG akan rebound dalam dua hingga tiga pekan ke depan seiring normalisasi sentimen teknis dan aliran dana asing yang kembali masuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses