IHSG Anjlok 8% & Trading Halt, 3 Saham Ini Justru Melesat hingga 26%!

Avatar of PortalMadura.com
IHSG Anjlok 8% & Trading Halt, 3 Saham Ini Justru Melesat hingga 26%!
IHSG Anjlok 8% & Trading Halt, 3 Saham Ini Justru Melesat hingga 26%!
PortalMadura.comIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan drastis pada perdagangan Kamis, 29 Januari 2026. Kurang dari 30 menit setelah pembukaan, IHSG anjlok 8% dan memicu penerapan trading halt atau penghentian sementara perdagangan.
Gejolak ini dipicu sentimen negatif pasar terkait potensi pembekuan dan penurunan status Indonesia sebagai pasar berkembang oleh penyedia indeks global MSCI.
Namun di balik kepanikan investor, sejumlah saham justru bergerak berlawanan arus. Saham-saham berkapitalisasi kecil (small cap) dan menengah (mid cap), serta emiten sektor defensif yang minim ketergantungan pada arus modal asing, mencatatkan penguatan signifikan.
PT Victoria Insurance Tbk (VINS) menjadi penguat tertinggi dengan lonjakan 26,37% ke level Rp230 per saham. Disusul PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) yang naik 18,71% dan PT Super Energy Tbk (SURE) yang menguat 16,54%.
Ketiga emiten ini tidak termasuk dalam komponen utama indeks global sehingga relatif terisolasi dari tekanan jual asing yang mendera saham-saham berkapitalisasi besar.
Sektor defensif juga menunjukkan ketahanan. Saham farmasi seperti PT Merck Tbk (MERK) dan PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA), serta emiten konsumer PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK), bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis.
Karakteristik sektor-sektor ini yang bersifat lokal dan tidak sensitif terhadap fluktuasi nilai tukar membuatnya menjadi tempat berlindung sementara investor di tengah ketidakpastian pasar.
Analis pasar mencatat bahwa pergerakan ini mencerminkan strategi diversifikasi investor yang mulai beralih ke aset-aset dengan korelasi rendah terhadap sentimen global.
“Saham small cap dan sektor defensif menjadi pelarian karena tidak terlalu terpapar risiko penurunan status pasar oleh MSCI,” ujar pengamat pasar kepada CNBC Indonesia.
Meski demikian, volatilitas pasar diperkirakan masih akan berlanjut hingga kejelasan keputusan MSCI diumumkan. Investor disarankan tetap waspada dan mempertimbangkan fundamental emiten sebelum mengambil keputusan investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses