IHSG Anjlok Lebih dari 2%, Ratusan Saham “Kebakaran” di Tengah Aksi Ambil Untung

Avatar of PortalMadura.com
IHSG Anjlok Lebih dari 2%, Ratusan Saham "Kebakaran" di Tengah Aksi Ambil Untung
IHSG Anjlok Lebih dari 2%, Ratusan Saham "Kebakaran" di Tengah Aksi Ambil Untung

PortalMadura.comIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada perdagangan Senin (12/1), sempat anjlok lebih dari 2 persen ke level 8.715 pada siang hari. Padahal, indeks sempat dibuka optimis di 8.991 dan bahkan ditutup positif pada Sesi I dengan kenaikan 0,13 persen atau 11,21 poin ke 8.947,96.

Namun, momentum positif itu tak bertahan lama. Memasuki sesi kedua, tekanan jual membanjir. Pada pukul 14.40 WIB, IHSG terpantau di 8.861 dengan 480 saham mencatatkan penurunan, hanya 233 yang menguat, dan 98 lainnya stagnan. Meski sempat rebound ke 8.887 pada pukul 15.10 WIB, indeks tetap berada dalam teritori negatif hingga penutupan.

Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menjelaskan, pelemahan IHSG didorong oleh aksi ambil untung (profit taking) pada saham-saham sektor energi yang sebelumnya menguat signifikan. “Koreksi kali ini dibebani emiten energi yang turun sekitar 2 persen. Saat ini IHSG mulai rebound, tapi masih di zona merah,” ujarnya kepada CNBCIndonesia, Senin (12/1).

Senada, Ekonom sekaligus Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gustam menambahkan bahwa gejolak geopolitik global ikut memperparah sentimen negatif di pasar. “Dinamika geopolitik menjadi salah satu pemicu utama. Ditambah lagi, aksi profit taking di saham energi memperkuat tekanan jual,” katanya.

Sebelum perdagangan hari ini, Founder WH-Project William Hartanto telah memperingatkan potensi koreksi teknis. Menurutnya, IHSG berada dalam kondisi overbought setelah menyentuh resistance di level 8.970, terutama karena tekanan pada saham-saham big cap dari Grup Barito.

William memproyeksikan pergerakan IHSG hari ini berada di rentang support 8.900 hingga resistance 9.000. Namun, volatilitas tinggi dan dominasi saham merah—lebih dari 400 emiten—menunjukkan bahwa investor masih waspada terhadap risiko jangka pendek.

Pergerakan IHSG hari ini mencerminkan sensitivitas pasar terhadap kombinasi faktor domestik dan eksternal. Dengan ketidakpastian geopolitik yang masih membayangi serta siklus profit taking yang alami, pelaku pasar diperkirakan akan lebih selektif dalam memilih saham hingga akhir pekan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses